Jakarta

Kuasa Hukum Pegi Setiawan Minta Presiden Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Vina Cirebon, Nilai Polda Jawa Barat Tak Serius untuk Menyelesaikan

Yasmina Nuha | 26 Juni 2024, 21:29 WIB
Kuasa Hukum Pegi Setiawan Minta Presiden Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Vina Cirebon, Nilai Polda Jawa Barat Tak Serius untuk Menyelesaikan

AKURAT JAKARTA - Kuasa hukum tersangka Pegi Setiawan, Marwan Iswandi, meminta kepada Presiden Joko Widodo agar dapat membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus Vina Cirebon.

"Makanya saya, kami berulang kali menyampaikan, kami minta agar ini dibentuk tim pencari fakta," kata Marwan kepada pers di kantor Menpolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2024).

Marwan mengatakan, dengan dibentuknya TGPF, akar permasalahan terkait kasus ini dapat diketahui dan terselesaikan dengan baik.

Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Arahan Presiden Jokowi, Minta Semua Visi-Misi Prabowo-Gibran Masuk ke RAPBN 2025

Namun, ia cukup kecewa karena ketidakhadiran dari Polda Jawa Barat dalam sidang praperadilan Pegi yang seharusnya dilaksanakan Senin (24/6/2024) lalu.

Marwan mengungkapkan, seharusnya Polda Jawa Barat serius dalam menyelesaikan kasus ini, karena perkara hukumannya sangat berat.

"Ini harus serius lho. Perkara ini perkara yang bukan main-main. Ancamannya bisa seumur hidup atau mati. Jangan main-main, tapi Polda kok enggak serius," tegasnya.

Marwan mempertanyakan keterbukaan Polda Jawa Barat untuk mengungkap kasus ini dengan baik, lantaran mereka absen di siding praperadilan tanpa alasan.

"Tanpa alasan lho. Kalau ada alasan, ya mungkin kita maklumi. Tapi tanpa alasan. Jadi tidak serius," lanjutnya.

Padahal, ia juga mengatakan bahwa dari Presiden Jokowi juga telah memerintahkan agar kasus ini dapat transparan dan tidak ada yang ditutupi.

Baca Juga: Harga Tiket, Acara hingga Lokasi Dieng Culture Festival 2024 yang Harus Kamu Tahu Sebelum Berangkat!

Sebelumnya, diketahui bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengawal kasus Vina ini, agar prosesnya transparan.

"Tanyakan kepada Kapolri, saya sudah menyampaikan agar kasus itu betul-betul dikawal dan transparan, terbuka semuanya," tegas Jokowi di Pasar Lawang Agung, Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, Kamis (30/5/2024) silam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.