Jakarta

Kasus Ekspoitasi Seksual Anak Lewat Telegram dengan Tarif Ratusan Juta, Lokasinya di Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang dan Bandung

Ainun Kusumaningrum | 24 Juli 2024, 15:40 WIB
Kasus Ekspoitasi Seksual Anak Lewat Telegram dengan Tarif Ratusan Juta, Lokasinya di Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang dan Bandung

AKURAT JAKARTA – Polisi Ungkap mengungkap kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak.

Tersangka melakukan aksi melalui group telegram dengan tarif mencapai ratusan juta rupiah.

Pelaku ditangkap 17 Juli 2024, mereka adalah YM (26), MRP (39), CA (19), dan satu orang tersangka terpidana di lapas narkotika.

Baca Juga: Bosan Minum Kopi Guitu-gitu Aja, Bisa Coba Racikan Kopi dan Kayu Manis, Enak dan Baik Bagi Kesehatan

Modus pelaku, awalnya mempromosikan layanan mereka lewat X mencari orang-orang yang mau menggunakan layanan mereka.

Kemudian merka harus bergabung di grup Telegram ‘Premium Place‘ dengan membayar biaya Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta.

Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan, ada tawaran terhadap loyal customer untuk bergabung di grup hidden gems.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Lahap Pos Polisi Graha Bunga Tangsel, Akibat Korsleting Listrik Tidak Ada Korban Jiwa

"Jadi ada grup tersendiri di kelompok mereka, yang memungkinkan masuk adalah loyal customer, dengan membayar deposit tentunya Rp 5 juta sampai dengan Rp 10 juta,” ujar dia dalam jumpa persnya, Selasa (23/7).

Dani menjelaskan bahwa customer yang loyal akan di invite untuk masuk ke group ‘Hidden Gems’. Group itu berisikan tawaran perempuan-perempuan dengan tarif tinggi.

Bagaimana member atau grup hidden gems ini bekerja, yaitu dengan menawarkan secara khusus yang menurut kelompok mereka akan diberikan perempuan-perempuan yang terbaik menurut mereka.

Baca Juga: Profil dan Biodata Moch Maesyal Rasyid, Bakal Calon Bupati Tangerang 2024, Sang Birokrat dan Legenda Persita

"Makanya tarifnya cukup tinggi, jadi hampir rate-nya rata-rata sampai ratusan juta, itu di grup hidden gems itu sendiri,” katanya.

Dani mengungkapkan jasa layanan tersebut ditawarkan member di beberapa kota yakni Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang, dan Bandung.

“Jadi para customer atau member di kota tersebut nanti akan dilayani oleh grup admin yang disiapkan,” ujarnya.

Adapun jumlah talent dalam grup telegram mencapai ribuan orang. Yang saat ini sudah diidentifikasi anak di bawah umur, ada 19 orang.

“Kemudian jumlah talent yang ditawarkan para pelaku di grup telegram sebanyak 1.962 talent," katanya.

Saat ini kategori untuk perempuan di bawah umur baru teridentifikasi 19 orang. Polisi tidak mudah identifikasi foto-foto yang ada di grup itu.

"Kemudian kita cek data-data terkait anak ini ada beberapa data yang belum kita temukan datanya, bahkan masih proses identifikasi Dirtipidsiber,” pungkas Dani.

Dalam kasus ini, ada 4 tersangka yang berhasil diamankan. Penangkapan tersangka dilakukan tim Bareskrim pada Selasa (16/7). Setelah itu, tersangka langsung ditahan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.