Kasus Ekspoitasi Seksual Anak Lewat Telegram dengan Tarif Ratusan Juta, Lokasinya di Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang dan Bandung

AKURAT JAKARTA – Polisi Ungkap mengungkap kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak.
Tersangka melakukan aksi melalui group telegram dengan tarif mencapai ratusan juta rupiah.
Pelaku ditangkap 17 Juli 2024, mereka adalah YM (26), MRP (39), CA (19), dan satu orang tersangka terpidana di lapas narkotika.
Baca Juga: Bosan Minum Kopi Guitu-gitu Aja, Bisa Coba Racikan Kopi dan Kayu Manis, Enak dan Baik Bagi Kesehatan
Modus pelaku, awalnya mempromosikan layanan mereka lewat X mencari orang-orang yang mau menggunakan layanan mereka.
Kemudian merka harus bergabung di grup Telegram ‘Premium Place‘ dengan membayar biaya Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta.
Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan, ada tawaran terhadap loyal customer untuk bergabung di grup hidden gems.
"Jadi ada grup tersendiri di kelompok mereka, yang memungkinkan masuk adalah loyal customer, dengan membayar deposit tentunya Rp 5 juta sampai dengan Rp 10 juta,” ujar dia dalam jumpa persnya, Selasa (23/7).
Dani menjelaskan bahwa customer yang loyal akan di invite untuk masuk ke group ‘Hidden Gems’. Group itu berisikan tawaran perempuan-perempuan dengan tarif tinggi.
Bagaimana member atau grup hidden gems ini bekerja, yaitu dengan menawarkan secara khusus yang menurut kelompok mereka akan diberikan perempuan-perempuan yang terbaik menurut mereka.
"Makanya tarifnya cukup tinggi, jadi hampir rate-nya rata-rata sampai ratusan juta, itu di grup hidden gems itu sendiri,” katanya.
Dani mengungkapkan jasa layanan tersebut ditawarkan member di beberapa kota yakni Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Semarang, dan Bandung.
“Jadi para customer atau member di kota tersebut nanti akan dilayani oleh grup admin yang disiapkan,” ujarnya.
Adapun jumlah talent dalam grup telegram mencapai ribuan orang. Yang saat ini sudah diidentifikasi anak di bawah umur, ada 19 orang.
“Kemudian jumlah talent yang ditawarkan para pelaku di grup telegram sebanyak 1.962 talent," katanya.
Saat ini kategori untuk perempuan di bawah umur baru teridentifikasi 19 orang. Polisi tidak mudah identifikasi foto-foto yang ada di grup itu.
"Kemudian kita cek data-data terkait anak ini ada beberapa data yang belum kita temukan datanya, bahkan masih proses identifikasi Dirtipidsiber,” pungkas Dani.
Dalam kasus ini, ada 4 tersangka yang berhasil diamankan. Penangkapan tersangka dilakukan tim Bareskrim pada Selasa (16/7). Setelah itu, tersangka langsung ditahan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





