Jakarta

Dituduh Curi Bebek, Kepala Desa Tepis Adanya Pengeroyokan: Itu Spontan Karena Emosi

Titania Isnaenin | 7 Agustus 2024, 22:34 WIB
Dituduh Curi Bebek, Kepala Desa Tepis Adanya Pengeroyokan: Itu Spontan Karena Emosi

 

AKURAT JAKARTA - Tewasnya warga Sidosari Kesesi yang dituduh mencuri meri atau anak bebek pada Sabtu (3/8) lalu jadi viral di media sosial.

Kepala Desa Karyomukti, Nur Wasis mengaku tidak ada pengeroyokan oleh warga atas kasus tersebut.

Nur Wasis kemudian menegaskan jika pukulan yang mengenai korban, spontan karena emosi warga.

Baca Juga: Mancing Bawa Karung, Pulangnya Dituduh Curi Anak Bebek, Warga Pekalongan Tewas Dihajar Massa

"Ada aksi pemukulan yang spontan dilakukan oleh warga namun itu tak fatal," ujar Kades pada Selasa (6/8)

Kronologi

Berawal dari korban yang melintasi desa Karyomukti sekitar dini hari yakni pukul 00.30 sembari membawa karung.

Korban diketahui sempat mampir ke warung yang masih buka untuk membeli teh panas.

Baca Juga: Viral, Waria Ini Hina Wanita Berhijab di Live TikTok, Sebut dan Samakan Dengan Wanita Malam

"Pria tak dikenal itu ditanya pemilik warung, dari mana dan sebaginya. Pria ini menjawab baru menjala ikan, terus ditanya lagi ikannya mana. Ditengah obrolan itu, tiba-tiba terdengar suara bebek dari karung yang dibawa oleh pria tersebut" cerita sang kades.

Mendengar suara bebek, warga menanyakan kepada korban namun dijawab hasil nemu dari sungai. 

Karena curiga, warga kemudian membawa mereka ke balai desa.

Saat digiring bersama warga dan aparat desa, Nur Wasis kemudian menegaskan kembali jika meninggalnya korban bukan karena dikeroyok warga.

"Tidak ada aksi pengeroyokan oleh warga, seperti dinarasikan dalam media sosial,"

Baca Juga: Gelar Konser Perdana, ZEROBASEONE Akan Manggung di Jakarta Bulan Oktober Mendatang, Ini Tiket yang Masih Tersisa

Ia juga mengatakan, jika kemudian ada aksi pemukulan, itu dilakukan oleh warga yang emosi saat menanyakan asal usul bebek tersebut.

" itu spontan karena ada yang emosi" ucapnya lagi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.