Jakarta

Viral Mahasiswa di Lampung Pamer Alat Kelamin Di Depan Kasir Minimarket, Pelaku Sebut Tak Sadar Jika Keluar

Titania Isnaenin | 4 Oktober 2024, 22:01 WIB
Viral Mahasiswa di Lampung Pamer Alat Kelamin Di Depan Kasir Minimarket, Pelaku Sebut Tak Sadar Jika Keluar

AKURAT JAKARTA - Sedang viral di media sosial, seorang pria yang memamerkan alat kelamin kepada kasir minimarket perempuan mengaku tidak sengaja melakukannya.  

Mahasiswa asal Lampung tersebut terciduk mengeluarkan alat kelaminnya saat hendak melakukan transaksi pembayaran di meja kasir.

Saat ditanya, pelaku yang diketahui bernama Gaizka Dinti Azriel berdalih bahwa aksi ekshibionisme-nya itu dilakukan secara tidak sadar.

Baca Juga: Diduga Terlilit Judol, Mahasiswa Unnes Semarang Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Dalam Kamar Kos, Begini Isi Surat Wasiatnya

"Dari hasil pemeriksaan tersangka ini diakui bahwa motif melakukan kegiatan tersebut tidak sadar," kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol M Hendrik Apriliyanto.

Ia melanjutkan, bahwa pelaku bersikeras menyebut aksi yang dilakukannya diluar kesadaran.

Meski Gaizka mengaku bahwa video viral tersebut  adalah dirinya.

Baca Juga: Vadel Badjideh Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Persetubuhan Anak

"Namun saat kami perlihatkan video kepada yang bersangkutan ketika melakukan perbuatan tersebut, pelaku pun mengakui itu adalah dirinya," katanya lagi.

Sementara itu sejumlah saksi mengatakan bahwa mahasiswa tersebut kerap melancarkan aksi tidak senonoh itu lebih dari satu kali.

Menurut saksi yang juga sekaligus korban, pelaku terakhir melakukan aksinya pada Senin (30/9) pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: BI Tegaskan Uang Pecahan Rp10 Ribu Emisi 2005 Sudah Tak Berlaku Lagi

"Dari keterangan saksi sekaligus korban bahwa perbuatan yang dilakukan tersangka ini sudah sering kali. Sekitar 3 sampai 4 kali," tuturnya.

Sebab pengakuannya tersebut, polisi berencana akan mengandeng psikolog untuk memeriksa kejiwaan Gaizka alias pelaku aksi ekshibionisme.

"Kami akan melakukan pendalaman terhadap kejiwaan yang bersangkutan dengan melibatkan psikolog" tambah Hendrik. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.