Jakarta

Hotman Paris Buka Suara Soal Uang Donasi Agus Korban Penyiraman Air Keras: Uang Itu Tak Bisa Dituntut

Titania Isnaenin | 21 Oktober 2024, 21:00 WIB
Hotman Paris Buka Suara Soal Uang Donasi Agus Korban Penyiraman Air Keras: Uang Itu Tak Bisa Dituntut

 

AKURAT JAKARTA - Hotman Paris ikut tanggapi soal sikap Agus Salim soal penggunaan uang donasi yang diduga disalahgunakan untuk keperluan pribadi.

Dalam sebuah wawancara, Hotman Paris menyebut bahwa perilaku dari Agus dan keluarga tidak bisa ditindak secara hukum.

Pasalnya secara teknis, uang tersebut digalang untuk keperluan pengobatan dan telah menjadi hak dari Agus. 

"Jadi gini saya tidak ada kaitan apapun dalam kasus Agus sama Novi. Tapi saat saya pelajari kasusnya, saya hanya melihat secara hukum uang itu sudah menjadi milik Agus. Jadi tidak bisa dituntut uang itu dipakai untuk apa," kata Hotman Paris.

Baca Juga: Viral Salah Satu Mantan Teman Kerja Agus Bongkar Kelakuannya Pada Bawahan: Pengen Dihargai Sebagai Atasan Tapi Gak Pernah Hargai Anak Buah

Meski begitu, Hotman Paris menegaskan bahwa perilaku Agus secara moral tidak terpuji karena secara tujuan uang tersebut untuk biaya berobat.

"Tapi secara moral kalau tidak dilakukan sesuai tujuannya itu kurang terpuji," tambahnya lagi.

Adapun sebelumnya, kasus dugaan penyalahgunaan uang donasi oleh Agus menjadi viral karena disebut digunakan untuk membayar tunggakan rumah wawa (bibinya) sebesar Rp98 juta. 

Baca juga: Penyiraman Air Keras Kini Berbalik Laporkan Pratiwi Noviyanthi ke Polisi Usai Dibantu Kumpulkan Donasi Rp1,5 M

Hal itu lantas membuat Pratiwi Noviyanthi yang menginisiasi penggalangan dana kecewa.

Sebab sejak awal, uang donasi tersebut digunakan untuk biaya diluar pengobatan Agus.

Dan uang yang digunakan untuk berobat hanya sebesar Rp900 ribu dengan menggunakan uang donasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.