Jakarta

Bank Indonesia Akui Uang Palsu Buatan UIN Makassar Nyaris Sempurna, Sangat Mirip dengan Aslinya, Hanya Ini yang Membedakan

Sastra Yudha | 25 Desember 2024, 12:51 WIB
Bank Indonesia Akui Uang Palsu Buatan UIN Makassar Nyaris Sempurna, Sangat Mirip dengan Aslinya, Hanya Ini yang Membedakan

AKURAT JAKARTA - Bank Indonesia (BI) wilayah Sulawesi Selatan mengakui, uang palsu yang dibuat di perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar, fitur-fiturnya nyaris sempurna.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, belum lama ini.

Bahkan, secara kasat mata, bentuknya sangat mirip dengan aslinya. Sehingga orang sulit membedakannya dengan yang asli.

Baca Juga: Gaji Rp15 Juta Lowongan Kerja Finance Manager di Jakarta Selatan, Cara Daftar dan Ketentuannya

Mereka juga menggunakan benang pengaman yang menyerupai uang asli. Jika dilihat di bawah sinar UV, uang palsu ini juga bersinar biru.

Sindikat uang palsu di Kampus UIN Makassar ini ditengarai menggunakan teknologi yang cukup canggih, sehingga hasilnya nyaris sempurna dengan yang asli.

Beberapa hal yang membedakan dengan uang asli, antara lain: uang palsu tersebut tidak memiliki fitur pengaman resmi yang hanya dapat dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Meskipun terlihat mirip secara kasat mata, benang pengaman pada uang palsu tidak memiliki teknologi autentik seperti dynamic effect movement yang dimiliki uang asli.

Terkait uang pecahan Rp 50 ribu hasil cetakan sindikat UIN Makassar, dimana terlihat bercahaya biru, hal itu berbeda dengan uang asli yang bercahaya kehijauan.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, memastikan bahwa uang yang bercahaya biru tersebut adalah uang palsu.

Baca Juga: Info Lowongan Kerja Jakarta Selatan, Asisten Direktur Bisa Lulusan SMA Gaji Rp 8 Juta

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24/9/PBI/2022, uang asli memiliki ciri khas tertentu di bawah sinar UV, seperti gambar bunga Jepun Bali dan ornamen geometris yang memendar dengan warna dinamis.

Namun demikian, kualitas cetakan mereka tetap tidak mampu meniru semua fitur keamanan uang asli, seperti microlenses dan tinta optically variable magnetic ink (OVMI).

Ia mencontohkan, saat didekatkan sinar UV, pada sisi depan uang Rupiah pecahan Rp 50.000 TE 2022, maka akan terlihat gambar bunga Jepun Bali, tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “GUBERNUR BANK INDONESIA” dan tanda tangan Menteri Keuangan Republik Indonesia beserta tulisan “MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA”.

Di samping itu, ada gambar motif khas Indonesia, gambar wilayah NKRI, dan ornamen geometris berupa lingkaran kecil.

Gambar bunga Jepun Bali yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia (ketika dipindai UV) akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis jika dilihat dari sudut pandang berbeda.

Baca Juga: Gelar Acara Puncak Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Akan Mengundang Mantan Gubernur Jakarta

Sedangkan pada sisi belakang uang Rupiah pecahan Rp 50.000 TE 2022, saat didekatkan dengan sinar UV, maka akan terlihat bunga Jepun Bali, bidang persegi panjang yang berisi tulisan “BI”, angka nominal “50000”, dan tulisan “BANK INDONESIA”.

Saat ini, polisi bersama Bank Indonesia melakukan perhitungan uang palsu hasil cetakan di kampus UIN Alauddin Makassar ini.

Ada 4.800 lembar uang palsu pecahan 100 ribu yang sudah terpotong dan siap diedarkan. Namun, uang palsu tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian di kampus UIN Alauddin Makassar.

"Sekarang yang dihitung, yang terpotong dulu, nanti yang belum terpotong," kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (24/12/2024) kemarin.

Nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 17 tersangka. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.