Jakarta

Hanya Karena Meja, ASN Mendikti Saintek Ngaku Dipecat Menteri Satryo Soemantri

Titania Isnaenin | 20 Januari 2025, 19:51 WIB
Hanya Karena Meja, ASN Mendikti Saintek Ngaku Dipecat Menteri Satryo Soemantri

 

AKURAT JAKARTA - Ratusan pegawai ASN Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) lakukan aksi damai di depan kantor Kemdiktisaintek, Jakarta pada Senin (20/1).

Aksi damai ini dilakukan imbas pemecatan pegawai secara sepihak sekaligus menuntut keadilan atas pemberhentian ASN Neni Herlina.

Dimana menurut ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno menjelaskan bahwa Neni dipecat lantaran adanya kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas. 

"Ibu Neni ini, kan, sebenarnya memang melayani keperluan dari rumah tangga di kementerian ini. Mungkin ada kesalahpahaman di dalam pelaksanaan tugas dan itu menjadi fitnah atau suudzon bahwa Ibu Neni menerima sesuatu. Padahal, dia tidak melakukannya," kata Suwitno.

Adapun dipicu hal tersebut, pegawai ASN Dikti akhirnya menggelar aksi damai yang dinamai "Senin hitam" dengan meneriakkan yel-yel dan spanduk protes bertuliskan "Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!"

"Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga, #lawan #menterizalim #paguyubanPegawaiDikti'," bunyi spanduk tersebut.

Lebih lanjut, Suwitno menjelaskan bahwa Menteri Dikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro tak perlu menjalankan prosedur pemecatan hanya karena pegawai melakukan kesalahan.

Sebab menurutnya, ia hanya perlu melakukan penjatuhan disiplin, namun dengan syarat menggunakan prosedur yang jelas.

“Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu, kan, bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin. (Tapi) harus jelas prosedurnya, ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, istilahnya,” tukas dia.

Baca Juga: MERIAHKAN! Bogor Street Fest Cap Go Meh 2025 Digelar 12 Februari, Hiburan Gratis dan Pesta Rakyat, Berikut Lokasi dan Rangkaian Acaranya

Baca Juga: Jumlah Persentase Penduduk Miskin Menurun, Anggota DPRD DKI dari Golkar Farah Savira Minta Pemprov DKI Prioritas Bantuan Sosial

Baca Juga: Prediksi Skor Galatasaray vs Dynamo Kyiv di Europa League, 21 Januari 2025 Malam: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?


Sementara itu, Neni mengaku bahwa dirinya telah ditandai oleh Mendikti Saintek, Satryo perkara meja kantor yang belum diganti setelah acara pelantikan.

Neni mengaku mendapat ancaman pemecatan apabila mengulangi kesalahan yang sama.

Hingga pada akhirnya, Neni resmi dipecat secara verbal oleh Satryo dan diminta untuk mengemasi barangnya dan dipindahkan ke Dikdasmen.

"Saya sih sepertinya sudah ditandain, ketika pertama kali masalah meja itu. Meja itu ada di ruang beliau, sebenarnya minta ganti saja. Sejak itu, saya dipanggil. Dibilang 'kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu'," kata dia.

"Keluar kamu sekarang juga. Bawa semua barang-barang kamu. Sana, ke Dikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), kata dia begitu," ucap Neni lagi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.