Organisasi Free Palestine Network Kutuk Arogansi Israel yang Menghalangi Umat Kristen Rayakan Paskah di Jerusalem dan Menyerang Gereja di Gaza

AKURAT JAKARTA - Organisasi Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras arogansi zionis Israel yang menghalangi Umat Kristen merayakan Paskah di Jerusalem.
Sikap tegas tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPN, Furqan AMC, melalui keterangan tertulis kepada media, Senin (21/4/2024)
"Watak kolonial zionis Israel semakin terlihat di Jerusalem. Bukan hanya umat Islam, umat Kristiani pun mendapat intimidasi dan dibatasi saat merayakan Paskah di Jerusalem," tegas Furqan.
Baca Juga: Kalah Lagi, Kalah Lagi! Manchester United Pecahkan Rekor Catatan Terburuk Sepanjang Sejarah
Tak hanya membatasi umat Kristen merayakan Paskah, beberapa hari sebelumnya Zionis Israel juga melancarkan serangan udara ke rumah sakit kristen Baptis Al-Ahli di jalur Gaza bagian tengah.
"Rumah Sakit Baptis Al Ahli ini adalah satu-satunya rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi dengan kapasitas penuh. Tidak hanya Rumah Sakit, Gereja di dekatnya juga tak luput dari serangan Zionis Israel," jelas Furqan.
Lebih lanjut, Furqan menjelaskan, Zionis Israel tidak mengindahkan semua hukum internasional. Rumah sakit yang dilindungi hukum humaniter internasional, mayoritas di Gaza sudah dihancurkan Israel.
Menurut catatan Euro-Med Human Rights Monitor tanggal 4 April 2025, Zionis Israel telah membunuh 96 Dokter dan 1.192 tenaga kesehatan profesional. Serta telah membuat 1.460 tenaga kesehatan profesional lainnya luka-luka.
"Kebiadan Zionis Israel benar-benar di luar batas. Bahkan 23 Maret lalu tentara Israel mengeksekusi 15 kru ambulan secara brutal dan mengubur mereka di kuburan masal untuk menghilangkan jejak," tegas Furqan.
Tidak berhenti di situ, Zionis Israel juga telah membunuh 210 jurnalis dan 113 pekerja pertahanan sipil. Bahkan beberapa orang jurnalis tersebut gugur terpanggang api karena sengaja ditarget di tenda-tenda mereka oleh Zionis Israel.
Total 54 ribu lebih warga sipil gugur di mana 18 ribu lebih merupakan anak-anak dan 12 ribu lebih perempuan.
Selain itu, ada 121 ribu orang yang mengalami luka-luka. Beberapa ribu anak mengalami amputasi atau cacat permanen, dan lebih dari 10.000 anak kehilangan setidaknya satu kaki. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 2Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 3Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 4Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 6Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Rumania vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 29 September 2026: Adu Kekuatan di Bucharest
- 8Prediksi Skor Burundi vs Aljazair di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 29 September 2026: Mampukah Intamba Tahan Gempuran Fennecs?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


