Tabrak Siswa di Cilincing, BGN Minta Maaf dan Wajibkan Standar Kualifikasi untuk Sopir MBG

AKURAT JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sampaikan permohonan maaf dan keprihatinan mendalam atas kelalaian petugas yang menyebabkan kendaraan pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis, sekitar pukul 06.38 WIB.
Dadan menegaskan bahwa BGN bertanggung jawab penuh atas insiden yang menimbulkan 22 korban luka-luka tersebut, dan seluruh biaya penanganan korban akan ditanggung oleh BGN.
Adapun terkait kecelakaan tersebut diduga kuat terjadi karena adanya penggantian petugas.
Baca Juga: BGN Tetapkan Skema Baru Terkait Insentif Mitra MBG
Katanya, sopir utama kendaraan pengantar sedang sakit, sehingga Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memutuskan menggunakan sopir cadangan.
"Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM, mungkin hanya kurang pengalaman, dan kami masih dalami penyebab kejadiannya," ujar Dadan.
Berdasarkan laporan terakhir, dari total 22 korban luka-luka, 11 siswa telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, empat korban masih ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilincing.
Baca Juga: BGN Ancam Pangkas Insentif Dapur MBG Rp6 Juta Per Hari Jika Kualitas Pangan Mandek
Sebanyak tujuh orang, termasuk satu guru, dirawat di Rumah Sakit (RS) Koja.
Dua korban di RS Koja dilaporkan harus menjalani perawatan intensif, ditangani oleh tiga orang dokter ahli bedah saraf dan ahli penyakit anak. \
Menanggapi hal itu, Dadan meminta seluruh kepala SPPG untuk segera membuat kualifikasi yang sama bagi setiap pengemudi kendaraan pengantar MBG, termasuk sopir cadangan.
Dadan mengakui bahwa kasus penggantian sopir ini menjadi masukan baru bagi BGN.
Selama ini, petunjuk teknis hanya mewajibkan pengecekan mobil setiap hari sebelum pengiriman.
"Dengan adanya kasus penggantian sopir, ini kelihatannya menjadi masukan baru bagi BGN agar kepala SPPG secara cermat mengganti atau memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








