Sadis! Tiga Pria Disekap Selama Tiga Pekan di Percetakan Senen, Kaki Diborgol dan Dirantai, Orang Tua Korban Diperas Puluhan Juta

AKURAT JAKARTA - Jajaran Polsek Senen berhasil membongkar kasus penyekapan sadis terhadap tiga orang pria di sebuah usaha percetakan kawasan Jakarta Pusat.
Ketiga korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kaki diborgol dan diikat menggunakan rantai besi setelah disekap selama tiga pekan.
Tempat kejadian perkara (TKP) berada di Percetakan Mau Print, Jalan Kalibaru Timur No. 182 RT 3/RW 2, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Kronologi Penggerebekan oleh Polisi
Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro, menjelaskan bahwa operasi pembongkaran ini bermula dari adanya laporan salah satu orang tua korban.
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi setelah menerima informasi tersebut pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
"Kami mendapatkan informasi adanya penyekapan terhadap korban. Kemudian personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar Kompol Widodo Saputro pada Minggu (28/6/2026).
Saat petugas tiba di lokasi percetakan, mereka menemukan tiga orang korban dalam kondisi tidak berdaya, yaitu: Tegar Saputra, Muhamad Rafli Jaelani, dan Adit Saputra.
Kondisi ketiga korban sangat memprihatinkan saat dievakuasi. Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani ditemukan dengan kaki diborgol menggunakan tali baja.
Sementara itu, korban bernama Adit Saputra mengalami penyekapan yang lebih ekstrem dengan kaki diborgol sekaligus diikat menggunakan rantai besi.
Motif Penyekapan dan Pemerasan Rp 50 Juta
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian, aksi penyekapan ini diduga dipicu oleh masalah pencurian.
Kejadian bermula ketika salah satu korban, Tegar Saputra, ketahuan melakukan pencurian pelat di percetakan milik pria bernama Martin.
"Saat diinterogasi, Tegar mengaku melakukan aksi pencurian tersebut bersama dua rekannya, Muhamad Rafli Jaelani dan Adit Saputra. Akibatnya, ketiganya kemudian diduga disekap selama sekitar tiga minggu dengan kondisi kaki diborgol dan diikat," jelas Kompol Widodo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




