Jakarta

Keluarga Erina, Korban Kecelakaan Ojol yang Terlindas Bus Pariwisata di Jalan Sudirman Tuntut Keadilan

M Rahman Akurat | 4 Juli 2026, 15:11 WIB
Keluarga Erina, Korban Kecelakaan Ojol yang Terlindas Bus Pariwisata di Jalan Sudirman Tuntut Keadilan
Ibu dan adik almarhumah berserta kuasa hukum saat melapor ke Polda Metro jaya.

AKURAT JAKARTA – Kasus kecelakaan lalu lintas tragis yang menewaskan seorang penumpang ojek online (ojol) Gojek bernama Erina (25) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada 17 Juni 2026 lalu terus bergulir.

Pihak keluarga korban didampingi kuasa hukum secara resmi mendatangi Kantor Dirlantas Polda Metro Jaya pada Kamis (2/7/2026) untuk menuntut keadilan serta pengusutan tuntas atas dugaan kelalaian dalam insiden maut tersebut.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini terjadi ketika sepeda motor ojol yang ditumpangi Erina bersenggolan dengan sebuah bus pariwisata.

Baca Juga: Kolombia Tim Terakhir, Ini Daftar Lengkap Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Benturan tersebut membuat korban terjatuh ke badan jalan dan fatal terlindas ban bus hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tangis Ibu Korban: Erina Tulang Punggung Kami

Suasana haru menyelimuti kantor polisi saat ibu kandung almarhumah Erina menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media.

Sambil menahan kesedihan, ia menegaskan bahwa hilangnya nyawa sang putri merupakan akibat dari kelalaian pengendara di jalan raya, baik driver Ojol maupun Bus Pariwisata.

"Ini menyangkut nyawa manusia, putri saya yang menjadi korban tragis akibat kelalaian ini. Saya meminta pertanggungjawaban secara moral dan moril. Almarhumah Erina adalah tulang punggung kami, dia yang membantu adiknya kuliah," ujar ibu korban dengan nada lirih.

Baca Juga: Hasil Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Gol Jhon Arias Bawa Los Cafeteros ke Babak 16 Besar

Kelanjutan Kuliah Adik Korban Terancam

Rasa syok berat juga dialami oleh Daffa, adik kandung almarhumah yang saat ini masih menempuh bangku kuliah.

Bagi Daffa, kepergian sang kakak menjadi pukulan telak kedua bagi keluarga setelah sang ayah wafat setahun yang lalu.

"Baru saja setahun lalu kami kehilangan ayah. Ternyata Allah memanggil kakak saya dengan tragis. Kakak benar-benar sosok yang mengayomi. Kata-kata terakhirnya yang saya ingat, 'Kamu harus bisa sampai lulus kuliah dan bekerja, kakak mampu membiayai'," kenang Daffa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.