Jakarta

Kehilangan Gigi Permanen dan Bibir Sobek, Siswa SDIT Salsabila Bekasi Korban Tabrak Motor Alami Trauma, Keluarga Tuntut Keadilan

M Rahman Akurat | 9 Juli 2026, 17:05 WIB
Kehilangan Gigi Permanen dan Bibir Sobek, Siswa SDIT Salsabila Bekasi Korban Tabrak Motor Alami Trauma, Keluarga Tuntut Keadilan
Siswa SDIT Salsabila yang jadi korban tabrak motor.

AKURAT JAKARTA – Peristiwa kecelakaan tragis yang menimpa Kalandra, seorang siswa SD IT Salsabila di Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi, masih menyisakan trauma mendalam.

Insiden yang terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi lalu tersebut kini berbuntut panjang. Pihak keluarga korban menuntut keadilan serta mempertanyakan sistem pengamanan sekolah.

Hingga saat ini, kondisi fisik dan psikologis Kalandra dilaporkan masih sangat memprihatinkan. Akibat benturan keras saat ditabrak sepeda motor, korban harus kehilangan gigi permanennya dan mendapatkan jahitan di bagian bibir yang sobek.

Baca Juga: Prediksi Skor Hajduk Split vs MSK Zilina di Kualifikasi UEL, 10 Juli 2026: Dominasi Tuan Rumah, Atau Kejutan Tamu dari Slovakia?

Kondisi ini membuat Kalandra merasa minder dan malu untuk bertemu dengan teman-temannya.

Kronologi Kecelakaan di Depan SD IT Salsabila Bekasi

Kecelakaan terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi lalu sekitar pukul 07.00 WIB saat Kalandra diantar oleh ibunya, Retno, ke sekolah.

Karena menaruh kepercayaan tinggi pada sistem keamanan sekolah swasta ternama tersebut, sang ibu melepaskan Kalandra untuk menyeberang jalan sendiri menuju gerbang, sementara ia memantau dari kejauhan.

Nahas, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh siswa SMA berinisial SHL, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah jalan.

SHL yang diketahui merupakan siswa kelas X SMA Muhammadiyah, diduga berkendara dengan terburu-buru karena hendak mengambil kartu ujian yang tertinggal di rumahnya.

Motor tersebut langsung menghantam Kalandra hingga terpental. Pengendara motor sempat panik dan berniat melarikan diri, sebelum diamankan warga.

Korban langsung terkapar dengan luka parah di wajah. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk menjalani operasi darurat.

Baca Juga: Jakpro Rampungkan Pemasangan Girder Terakhir LRT Jakarta Fase 1B, Target Operasional pada Agustus 2026

Keluarga Korban Pertanyakan Pengawasan Sekolah

Orang tua korban mengaku sangat terpukul atas musibah ini. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, keluarga tidak melihat adanya petugas keamanan sekolah yang bersiaga membantu siswa menyeberang jalan pada jam masuk sekolah.

"Kenapa anak saya yang menjadi korban? Seharusnya pihak sekolah memberikan jaminan keamanan kepada seluruh siswa. Ini sekolah swasta yang cukup terkenal. Kami mempertanyakan mengapa pengamanan saat siswa menyeberang bisa sampai kecolongan hingga memakan korban," ungkap Retno dengan nada sedih.

Hingga kini, keluarga korban mengaku belum menerima bentuk tanggung jawab yang memadai, baik dari pihak sekolah maupun dari keluarga pengendara motor yang terlibat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.