Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Tuai Kecaman dari Orang Tua Murid, Begini Katanya

AKURAT JAKARTA - Ancaman teror bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7) menuai kecaman dari para orang tua.
Mereka menilai aksi tersebut tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga berpotensi meninggalkan trauma psikologis bagi anak-anak.
Salah satu orang tua murid SMP 174 Ciracas yang juga mengikuti MPLS, Rizky Basuki (40), mengaku khawatir dengan munculnya ancaman bom di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar.
"Di lingkungan sekolah pun ada rasa tidak aman. Seharusnya hal itu bisa diantisipasi oleh aparat keamanan, khususnya kepolisian. Mudah-mudahan pelaku yang menyebarkan isu bom itu segera tertangkap," kata Rizky kepada Akurat Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia menilai ancaman tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa, terutama karena terjadi bertepatan dengan dimulainya kegiatan MPLS.
"Pasti akan mempengaruhi psikologis murid, takutnya mengganggu kegiatan belajar mereka jadi nggak konsen," ujarnya.
Meski demikian, Rizky mengaku tidak memiliki kekhawatiran berlebihan terhadap pelaksanaan MPLS di sekolah anaknya.
Menurut dia, pihak sekolah telah memberikan jaminan bahwa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bebas dari praktik perundungan maupun senioritas.
"Sudah ada jaminan dari pihak sekolah bahwa kegiatan MPLS tidak akan ada bullying atau kegiatan yang menunjukkan senioritas. Saya sebagai orang tua merasa lebih aman," katanya.
Baca Juga: Gubernur Pramono Sebut SPMB DKI 2026/2027 Berjalan Lancar, Klaim Keluhan Publik Hampir Tidak Ada
Ia bahkan mengapresiasi kebijakan sekolah anaknya yang menerapkan komitmen tegas terhadap pelaku perundungan.
"Kalau ada anak yang terbukti melakukan bullying, akan dikeluarkan. Saya setuju banget dengan aturan itu karena bullying memang masih terjadi di lingkungan sekolah," ucapnya.
Senada, orang tua lainnya dari siswa SD Nurul Fajar Citayam, Fakhrizal Fakhri (35), mengecam keras aksi teror yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15. Menurutnya, hari pertama sekolah seharusnya menjadi momen yang menyenangkan bagi anak-anak.
"Apapun alasannya, apapun modusnya, tidak bisa dibenarkan. Pelaku harus ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Fakhrizal.
Ia mengatakan ancaman tersebut berpotensi menimbulkan trauma, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang masih berada pada usia rentan.
"Seharusnya hari pertama sekolah itu diisi dengan kegembiraan, kebahagiaan, bukan dengan ketakutan. Itu tidak baik bagi kondisi psikologis anak, apalagi masih anak-anak SD," ujarnya.
Meski mengecam aksi tersebut, Fakhrizal menegaskan dirinya tidak akan membiarkan teror membuat orang tua takut mengantar anak ke sekolah.
"Teror itu memang harus dilawan. Kalau kita takut, itu justru tujuan pelaku. Tidak boleh kita takut terhadap aksi terorisme seperti itu," tegasnya.
Fakhrizal mengaku tetap meluangkan waktu untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah di tengah kesibukan bekerja. Baginya, kehadiran orang tua pada momen MPLS menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi anak di lingkungan sekolah yang baru.
"Jadi MPLS itu bukan cuma dinikmati murid, tapi juga orang tua. Kita bisa melihat anak beradaptasi, mengenal guru-gurunya, dan memastikan mereka merasa nyaman," katanya.
Diketahui, teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggegerkan hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026).
Ancaman itu dikirim melalui pesan WhatsApp kepada guru dan staf tata usaha saat murid sedang mengikuti upacara bendera.
Polisi memastikan sekolah dalam kondisi aman setelah penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88.
Sementara itu, pengirim pesan teror telah ditangkap dan kini masih diperiksa untuk mengungkap motif aksinya. (*)
Gambar: Tim Gegana dan Densus 88 melakukan sterilisasi di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan (@infosrengsengsawah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



