Jakarta

Polda Metro Amankan 65 Orang di Tengah Demo DPR, Bawa Bom Molotov hingga Jerigen Bensin

Laode Akbar | 27 Agustus 2026, 20:12 WIB
Polda Metro Amankan 65 Orang di Tengah Demo DPR, Bawa Bom Molotov hingga Jerigen Bensin
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto

AKURAT JAKARTA – Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak membuat kegaduhan di tengah aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, puluhan orang tersebut diamankan karena membawa sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Tadi kami sudah rilis di Polda Metro Jaya ada 65 orang yang sengaja untuk membuat kegaduhan, menciptakan situasi Kamtibmas tidak berjalan baik," ujar Budi saat ditemui di lokasi aksi, Kamis (22/8/2026).

Baca Juga: Polda Metro Jaya Periksa 63 Orang Terkait Dugaan Aksi Kelompok Anarko di DPR

Budi menyebut, 65 orang tersebut membawa sejumlah barang yang dilarang dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Barang yang diamankan di antaranya bom molotov, beberapa jeriken berisi bahan bakar bensin, senjata tajam (sajam), serta sejumlah peralatan lainnya.

"Dari 65 ini membawa bom molotov, termasuk ada beberapa jerigen bensin bahan bakar, ada sajam (senjata tajam) juga, termasuk ada beberapa peralatan lainnya yang dapat mengganggu dan tidak diperbolehkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998," katanya.

Menurut Budi, keberadaan kelompok tersebut dinilai mencederai aspirasi yang disampaikan massa aksi secara damai, termasuk warga Pati dan elemen mahasiswa.

"Itu artinya mereka mencederai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat aliansi warga masyarakat Pati ataupun elemen mahasiswa ataupun elemen masyarakat lainnya," katanya.

Sementara itu, Budi memastikan belum ada peserta aksi yang diamankan dari massa yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI.

Ia menyebut, aksi warga Pati sebelumnya telah berjalan aman dan tertib hingga massa membubarkan diri dari lokasi.

"Sementara ini belum ada. Kita melihat tetap aspirasi ini berjalan dengan damai, tidak ada gesekan," tutur Budi.

Budi menegaskan, kehadiran aparat TNI-Polri di lokasi bukan untuk menghalangi masyarakat menyampaikan pendapat, melainkan untuk mengawal agar aksi berlangsung tertib, aman, dan damai.

"Intinya gini, pemerintah dalam hal ini TNI-Polri hadir dalam memberikan pengawal demokrasi. Ini adalah amanah dari undang-undang ataupun konstitusi yang harus kita jaga," pungkasnya.

Sebelumnya, Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI telah membubarkan diri pada Kamis (27/8/2026) siang.

Berdasarkan pantauan Akurat Jakarta sekitar pukul 13.30 WIB, massa aksi pati yang dipimpin oleh Koordinator AMPB, Supriyono alias Botox telah membubarkan diri.

Para massa aksi telah berjalan pergi beriringan menuju arah Senayan dengan didampingi pengawalan aparat kepolisian.

Mereka membubarkan diri usai perwakilannya audiensi bersama pimpinan DPR sejak pagi hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y