Jakarta

Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Ekstasi Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama di Perumahan Elite Sunter Agung Tanjung Priok, 6 Orang Diamankan

Sastra Yudha | 5 April 2024, 21:48 WIB
Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Ekstasi Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama di Perumahan Elite Sunter Agung Tanjung Priok, 6 Orang Diamankan

AKURAT JAKARTA - Polisi berhasil menggerebek pabrik Narkoba di perumahan Elite kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (4/4/2024).

Pabrik Narkoba itu disinyalir milik gembong narkoba Fredy Pratama, yang hingga saat ini masih buron dan diduga sembunyi di belantara hutan Thailand.

Penggerebekan pabrik Narkoba ini dilakukan oleh tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa bahan baku 300 ribu butir ekstasi.

Baca Juga: Pemudik Wajib Tahu! Berikut Lokasi 13 Posko Siaga Toyota di Jawa, Bali hingga Sumatera, Cek Selengkapnya di Sini

"Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 300.000 butir pil ekstasi," ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, Jumat, 5 April 2024.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya adalah seperangkat mesin cetak ekstasi dan alat pendukung lainnya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi meringkus 6 orang anak buah Fredy Pratama.

Diketahui, Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Namun ia mengedarkan Narkoba dari Thailand ke sejumlah negara di Asia Tanggara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan catatan data perlintasan keimigrasian, pria yang dijuluki Cassanova ini telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 2014 silam.

Baca Juga: Lebaran di Solo? Nikmati Festival Solo di Waktu Malam Pada 5 – 14 April 2024, Ada Pentas Seni hingga Kuliner, Simak Info Selengkapnya

Mulanya Fredy disebut masih mengelola keuangannya untuk dikirim ke luar negeri menggunakan rekening keluarga serta orang terdekatnya.

Salah satunya adalah mertua Fredy, yang merupakan warga negara Thailand. Konon, mertua Fredy merupakan bos kartel narkoba di kawasan Segitiga Emas atau Golden Triangle.

"Karena istri adalah orang Thailand dan mertuanya diduga kartel narkotika di daerah Thailand," ujar Brigjen Mukti, beberapa waktu lalu.

Segitiga Emas yang dimaksud mencakup sebagian wilayah negara Myanmar, China, Laos, dan Thailand.

Baca Juga: Simak Line Up Konser SOUNDSFEST 2024 di Summarecon Mall Bekasi pada 27 & 28 Juli, Segera Beli Tiketnya Agar Tak Kehabisan

Dari kawasan Segitiga Emas tersebut, jaringan Fredy kemudian mengemas Narkoba untuk dibawa dan diedarkan di Malaysia dan Indonesia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.