Jakarta

HEBOH! KPK Tetapkan Muhaimin Jadi Tersangka Korupsi di Pemprov Maluku Utara, Begini Tanggapan Ketua Partai Gerindra

Sastra Yudha | 7 Mei 2024, 11:52 WIB
HEBOH! KPK Tetapkan Muhaimin Jadi Tersangka Korupsi di Pemprov Maluku Utara, Begini Tanggapan Ketua Partai Gerindra

AKURAT JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus suap pengadaan dan perizinan proyek di Maluku Utara.

Juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan bahwa dari proses penyidikan perkara yang melibatkan gubernur Maluku Utara nonaktif, Abdul Ghani Kasuba,
tim penyidik memperoleh informasi dan data yang menjadi alat bukti baru.

Meski demikian, Ali belum bersedia mengungkapkan identitas dua tersangka baru tersebut. "Update dari penyidikan ini akan kami sampaikan bertahap," kata Ali.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya di KPK, dua tersangka baru dalam kasus korupsi tersebut adalah Muhaimin dan Imran Jakub.

Baca Juga: Resep Sate Ayam Madura, Menu Istimewa Bisa Dibuat Bareng Keluarga di Rumah, Rasanya Maknyus

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Muhaimin telah diperiksa sebagai saksi sebanyak dua kali, yakni pada Jumat 5 Januari dan Selasa 20 Februari 2024 lalu.

Selain itu, rumah Muhaimin yang berada di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang, juga digeledah tim penyidik KPK pada Kamis 4 Januari 2024.

Dari rumah Muhaimin, KPK mengamankan berbagai dokumen, termasuk alat elektronik yang diduga dapat menjelaskan perbuatan dari para tersangka dalam perkara ini.

Namun jangan salah terka. Muhaimim yang jadi tersangka korupsi ini bukanlah Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB yang juga Cawapres Anies Baswedan di Pilpres lalu.

Muhaimin yang jadi tersangka adalah Muhaimin Syarif, mantan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara.

Sedangkan Imran Jakub merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Maluku Utara.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Raih Provinsi Terbaik Tiga dalam Penghargaan Pembangunan Daerah 2024 Bappenas RI

Menanggapi penetapan tersangka terhadap Muhaimin, Ketua Gerindra Maluku Utara Sahril Taher mengatakan bahwa Muhaimin sudah tidak aktif di pengurusan Partai Gerindra Maluku Utara.

"Jadi Muhaimin itu kader biasa dan bahkan tak masuk juga dalam komposisi kepengurusan DPD Partai Gerindra Maluku Utara saat ini," ujarnya.

Sahril mengungkapkan, Muhaimin sudah dinonaktifkan dari jabatan ketua Gerindra Maluku Utara sejak 10 Januari 2024 silam.

"Kami belum ada sikap, karena dia (Muhaimin) masih anggota partai, namun bukan Ketua Gerindra Maluku Utara," pungkasnya.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.