Jakarta

Pensiunan Jenderal TNI AL ini Duga Pagar Laut di Tangerang untuk Persiapan Proyek Reklamasi, Bisa Mengancam Pertahanan Negara Loh!

Sastra Yudha | 18 Januari 2025, 06:37 WIB
Pensiunan Jenderal TNI AL ini Duga Pagar Laut di Tangerang untuk Persiapan Proyek Reklamasi, Bisa Mengancam Pertahanan Negara Loh!

AKURAT JAKARTA – Ketua Forum Kebangsaan Provinsi Banten, Laksamana Pertama TNI (Purn) Sony Santoso, menduga keberadaan pagar laut di pesisir Tangerang sebagai langkah awal proyek reklamasi.

Pensiunan jenderal bintang satu TNI AL ini menilai, selain berdampak pada lingkungan dan sosial, keberadaan pagar laut tersebut juga berpotensi melemahkan aspek kedaulatan laut dan pertahanan negara jika tidak diawasi dengan baik.

“Pemasangan pagar laut di pesisir Tangerang harus dilihat sebagai isu strategis, bukan hanya persoalan lokal. Karena pesisir dan laut kita adalah garis depan pertahanan negara," tegasnya kepada wartawan, Jumat (17/1/2024).

Baca Juga: Rayakan Lunar New Year, Sampoerna Academy BSD Gelar Pertunjukan Mulan: An Inspired Adaptation

Jika kegiatan seperti ini dilakukan tanpa transparansi dan pengawasan, lanjutnya, ada risiko pelanggaran hukum serta ancaman terhadap kedaulatan maritim kita.

Menurutnya, perubahan garis pantai akibat reklamasi dapat memengaruhi perairan teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang merupakan wilayah kedaulatan Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 1985 dan UU No. 1 Tahun 2014.

Perubahan ini juga dapat menjadi celah bagi pihak asing untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan mereka.

“Reklamasi yang mengubah garis pantai memiliki implikasi langsung terhadap pengawasan batas laut. Hal ini tidak hanya menyulitkan penegakan hukum, tetapi juga melemahkan pertahanan kita di wilayah strategis. Apalagi jika wilayah ini dekat dengan jalur pelayaran internasional yang krusial,” ujar Sony.

Ia mengingatkan bahwa pengamanan laut menjadi tanggung jawab seluruh elemen negara untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas ilegal yang dapat mengancam stabilitas nasional.

"Pagar laut yang muncul tanpa dasar hukum jelas dapat menimbulkan kerawanan keamanan. Jika ada pihak asing yang terlibat, ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan maritim Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: All New Innova Reborn 2025: Calon Mobil Keluarga Modern dengan Performa Andal untuk Berbagai Kebutuhan

Sony juga menyoroti dampak terhadap kesiapan militer. Reklamasi yang tidak terkendali dapat mempersempit ruang gerak patroli laut dan menghambat operasi militer di wilayah perairan tertentu.

"Kita harus memastikan wilayah perairan tetap terbuka untuk pengawasan dan operasi militer. Setiap pembangunan di wilayah pesisir harus mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara," jelasnya.

Dari sisi lingkungan, ia mengingatkan bahwa kerusakan ekosistem akibat reklamasi dapat memengaruhi stabilitas sosial masyarakat pesisir.

"Habitat biota laut yang rusak akan berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan, yang pada akhirnya dapat memicu keresahan sosial dan melemahkan ketahanan wilayah tersebut", tegasnya.

Sony mendesak agar dilakukan evaluasi dampak lingkungan secara komprehensif sebelum ada izin reklamasi yang dikeluarkan.

“Tidak ada pembangunan yang boleh dilakukan dengan mengabaikan kedaulatan dan pertahanan negara. Semua harus berlandaskan hukum, transparansi, dan kepentingan strategis nasional,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, Sony mengusulkan peningkatan patroli laut oleh TNI AL dan penegakan hukum yang tegas terhadap setiap aktivitas ilegal di wilayah pesisir.

Baca Juga: Malam Minggu Besok Mau Kemana? Pecinta Musik Ayo Merapat ke Summarecon Mall Bandung! Raisa Bakal Konser Gratis di Summaba

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di wilayah pesisir kepada pihak berwenang.

“Laut bukan hanya sumber daya ekonomi, tetapi juga benteng pertahanan negara. Jika kita lengah, tidak hanya lingkungan yang rusak, tetapi kedaulatan dan pertahanan negara kita yang akan terancam," tegasnya.

Sony bukan anti pembangunan dan kemajuan modern. Namun, semua harus sesuai dengan kepentingan nasional dan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kita harus memastikan bahwa setiap langkah pembangunan di wilayah pesisir selaras dengan kepentingan nasional,” pungkas Sony. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.