Jakarta

Bupati Maesyal Minta 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang Komitmen Tangani Stunting dan TBC, Demi Mewujudkan Program TUNAS, Apa Itu?

Sastra Yudha | 13 Maret 2025, 08:51 WIB
Bupati Maesyal Minta 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang Komitmen Tangani Stunting dan TBC, Demi Mewujudkan Program TUNAS, Apa Itu?

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meminta 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam upaya menurunkan angka Stunting dan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Gizi di Hotel Lemo Serpong, Karawaci, pada Rabu (12/03/2025).

"Komitmen bersama semua pihak sangatlah penting dalam meningkatkan kesehatan, khususnya dalam upaya menurunkan angka Stunting dan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal.

Baca Juga: Prediksi Skor Arema FC vs Barito Putera di BRI Liga 1, 13 Maret 2025: Mampukah Singo Edan Naik ke Peringkat Enam?

Maesyal juga meminta 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang agar memaksimalkan fungsi Posyandu, tidak hanya sebagai tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemberian suplemen gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

Dikatakan pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sangat serius dan fokus dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang telah dan terus memberikan perhatian serius dalam upaya percepatan dan penurunan stunting," tegasnya.

Salah satu program prioritas di bidang kesehatan pada tahun 2025 adalah TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat).

"Program ini berfokus pada pencegahan dan penanganan balita stunting,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil Grebek Posyandu tahun 2024, lanjutnya, angka stunting di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 7,7% atau setara dengan 17.154 balita.

Baca Juga: Jangan Buru-buru Bilang Aman, Jika Mobil Bekas Kebanjiran Mau Dipakai Mudik Lebaran, Cek Dulu Bagian Ini Sebelum Pulang Kampung

Selain stunting, Anemia Gizi Besi (AGB) pada remaja putri juga menjadi perhatian serius Pemkab Tangerang di Bawah kepemimpinan Bupati Maesyal dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah.

Hal ini menjadi sangat penting, mengingat kondisi anemia gizi besi ini dapat mempengaruhi kualitas kehamilan di masa mendatang.

Untuk menanggulangi permasalahan gizi ini, Bupati Maesyal juga meminta semua pihak untuk terus melakukan berbagai langkah yang dapat mencegah dan menangani berbagai permasalahan kesehatan dan gizi pada balita dan ibu hamil.

"Termasuk juga peningkatan kapasitas para tenaga kesehatan dan dokter," tegasnya.

Beberapa langkah yang dilakukan untuk mewujudkan TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat) di antaranya:

  1. Memberikan makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil
  2. Melakukan pemeriksaan rutin balita dengan masalah gizi oleh dokter spesialis anak di Puskesmas.
  3. Meningkatan kapasitas tenaga kesehatan termasuk dokter umum dan tenaga pelaksana gizi.

Maesyal menegaskan, program TUNAS akan terus diperkuat pada tahun 2025 dengan dukungan penuh dari seluruh elemen kesehatan di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Pantes Sudah Gak Kelihatan, 2 Mobil Merk Ini Rupanya Lenyap dari Pasaran Indonesia

"Saya meminta dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar program ini berjalan efektif. Koordinasi yang lebih intensif perlu ditingkatkan untuk memastikan keberhasilan program unggulan ini," tegasnya.

Bupati Maesyal juga memberikan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kepala Puskesmas beserta seluruh jajarannya atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.