Jakarta

Pemkab Tangerang Luncurkan Program Satyagatra Sakura untuk Tekan Angka Stunting, Apa Itu? Kok Namanya Mirip Jepang, Ternyata Ini...

Sastra Yudha | 9 April 2025, 08:16 WIB
Pemkab Tangerang Luncurkan Program Satyagatra Sakura untuk Tekan Angka Stunting, Apa Itu? Kok Namanya Mirip Jepang, Ternyata Ini...

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang baru saja meluncurkan program Satyagatra Sakura. Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting.

Apa itu program Satyagatra Sakura yang baru diluncurkan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah? Kok namanya mirip-mirip bahasa Jepang.

Ternyata, Satyagatra Sakura singkatan dari Pusat Pelayanan Kaluarga Sejahtera Sahabat Konsultasi dan Konseling Keluarga.

Baca Juga: Yamaha Aerox Alpha Turbo Kalah! All New Honda Beat Genesis 2025 Hadir Lebih Sporty dan Canggih dengan Mesin 150cc eSP Plus!

Salah satu rangkaian dari Satyagatra Sakura adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil.

Program Satyagatra Sakura diluncurkan di Gedung Serbaguna atau GSG Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (8/4 2025).

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk menekan angka stunting melalui peningkatan asupan gizi pada ibu hamil dan anak-anak.

Bupati Maesyal mengatakan, launching program Satyagatra Sakura memang dilakukan di Kecamatan Tigaraksa. Namun pelaksanaannya mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

“Pemberian makanan tambahan ini dilakukan di seluruh Kabupaten Tangerang. Launching-nya saja yang dilaksanakan di Tigaraksa,” ujar bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Ia menambahkan, program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

"Ini merupakan program nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden. Tujuannya agar masyarakat kita, terutama ibu hamil dan menyusui serta balita, dapat terpenuhi kebutuhan gizinya," ujarnya.

Baca Juga: Bikin Beat Deluxe Jadi Tertinggal! All New Honda Beat Genesis 2025 Siap Ambil Panggung dengan Desain Keren, Performa Andal, dan Fitur Istimewa

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, terdapat sekitar 70.000 ibu hamil yang menjadi sasaran program ini. Mereka akan menerima makanan bergizi tambahan setiap hari selama tiga bulan ke depan.

"Kurang lebih ada 70.000 ibu hamil yang terdata. Mereka akan menerima makanan tambahan setiap hari," tambahnya.

Bupati juga mengatakan, program pemberian makanan tambahan atau PMT juga akan dilaksanakan secara bertahap di 29 kecamatan dan 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang. Pelaksaannya akan dimulai pada bulan April hingga November 2025.

Sementara Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa data penerima program ini didapatkan melalui Posyandu dan Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kebutuhan gizi mereka disesuaikan. Makanan yang diberikan mengandung protein, karbohidrat, dan nutrisi lain yang dibutuhkan, seperti sayur, daging, dan kacang-kacangan,” jelas Intan.

Mantan wakil ketua DPRD ini juga mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Tangerang telah menurun dan bahkan berada di bawah target nasional.

Baca Juga: Tegas! Gubernur Pramono Pecat Direktur IT Bank DKI, Diduga Terlibat Sabotase yang Sebabkan Gangguan Layanan Transaksi Elektronik Nasabah

Ia berharap program PMT lokal ini dapat memperbaiki status gizi ibu hamil dan balita, serta mencegah munculnya kasus stunting baru di Kabupaten Tangerang.

"Target nasional adalah 14 persen, sementara Kabupaten Tangerang allhamdulillah sudah mencapai 7 persen. Jika dikonversikan, angka ini setara dengan sekitar 9.000 anak," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.