Jakarta

Marak Lapak Liar di Bahu Jalan Pasar Sentiong Balaraja, Satpol PP Pemkab Tangerang Turun Tangan Menertibkan, Warga: Mereka Cukup Mengganggu!

Sastra Yudha | 5 Juni 2025, 12:46 WIB
Marak Lapak Liar di Bahu Jalan Pasar Sentiong Balaraja, Satpol PP Pemkab Tangerang Turun Tangan Menertibkan, Warga: Mereka Cukup Mengganggu!

AKURAT JAKARTA - Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, pada Rabu (4/6/2025).

Penertiban dilakukan karena adanya keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan maraknya lapak liar tersebut.

Selain menimbulkan kemacetan, lapak-lapak tersebut juga terlihat kumuh dan kotor. Para pedagang resmi di Pasar Sentiong juga mengeluhkan kehadiran mereka.

Baca Juga: Prediksi Skor Oman vs Yordania di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, 6 Juni 2025: Misi Hidup-Mati Al-Ahmar di Kandang Sendiri

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 60 personel Satpol PP bersama unsur TNI, Polri, serta petugas Trantib Kecamatan Balaraja, dalam penertiban tersebut.

Dikatakan Agus Suyana, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban umum, kenyamanan lingkungan, serta pemerataan ekonomi bagi seluruh pelaku usaha.

Sebelum pelaksanaan penertiban, lanjut Agus, pihak Kecamatan Balaraja telah melakukan sosialisasi dan pemberian surat peringatan I, II, dan III kepada para PKL tersebut.

Upaya tersebut merupakan bagian dari tahapan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku di Pemkab Tangerang.

Namun karena belum diindahkan secara maksimal, langkah penataan dengan bantuan lapangan dilaksanakan sebagai alternatif penyelesaian.

“Penataan ini melibatkan kurang lebih 117 PKL yang selama ini berjualan di area yang tidak sesuai peruntukannya," katanya.

Baca Juga: Simak! Monas Tetap Buka Saat Hari Raya Idul Adha 2025, Berikut Jam Operasional dan Harga Tiket Naik ke Puncaknya

Agus menambahkan, pihaknya melakukan pendekatan secara humanis dan persuasif agar situasi tetap kondusif dalam penertiban tersebut.

"Dalam prosesnya, petugas membantu para pedagang mengemas barang dagangan serta mengumpulkan material lapak yang masih bisa digunakan kembali,” ujar Agus.

Dikatakan Agus, penertiban dilakukan setelah pihaknya menerima keluhan dari masyarakat dan para pedagang resmi di dalam Pasar Sentiong.

Para pedagang resmi Pasar Sentiong menyatakan bahwa keberadaan PKL di luar pasar sangat mengganggu akses dan menurunkan omzet mereka.

Masyarakat cenderung berbelanja di lapak-lapak luar yang lebih mudah dijangkau, sehingga pedagang resmi di pasar Sentiong mengalami kerugian.

Baca Juga: Prediksi Skor Australia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 6 Juni 2025: Socceroos Wajib Menang demi Tiket Otomatis

Sementara Sekretaris Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan tindakan represif, melainkan bagian dari strategi kolaboratif penataan kawasan demi kenyamanan dan keberlanjutan usaha semua pihak.

Dikatakan Supriyatna, Pemkab Tangerang juga telah menyediakan fasilitas relokasi sebagai bentuk solusi jangka panjang.

“Penataan ini untuk menciptakan keadilan, bukan pembatasan. Kita ingin memastikan ruang publik digunakan sesuai fungsinya, dan para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya di tempat yang semestinya,” katanya.

Sebagai bagian dari solusi, para PKL yang semula berjualan di luar dipindahkan ke dalam pasar untuk mengisi los yang telah disediakan oleh PD Pasar Kabupaten Tangerang.

Langkah ini diarapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih rapi, legal, dan menguntungkan semua pihak.

Satpol PP Kabupaten Tangerang akan tetap melakukan pendampingan dan pengawasan rutin untuk menjaga agar hasil penataan ini berjalan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong lingkungan usaha yang tertib, bersih, dan ramah bagi masyarakat serta pelaku ekonomi kecil," tegasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Konser, GenFest 2025 Hadir dengan Konsep Musik yang Lebih Berani

Herman, salah seorang warga, menyoroti keberadaan pedagang kaki lima dan bangunan liar sebagai penyebab utama masalah lalu lintas ini.

Menurut Herman, aktivitas jual beli yang tidak tertata di sepanjang jalan memicu kemacetan yang meresahkan

"Saya sangat terganggu dengan adanya Bangli yang ada sepanjang jalan raya Pasar Sentiong. Soalnya selain terlihat kumuh, baik motor maupun mobil sering berhenti sembarangan untuk belanja, sehingga bikin macet parah," ujarya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.