Jakarta

Kunjungi Kampung Budaya di Kemuning Legok, Bupati Maesyal Janji Bantu Sarana Prasarana Usaha untuk Perajin Batik Khas Tangerang

Sastra Yudha | 16 Juli 2025, 18:06 WIB
Kunjungi Kampung Budaya di Kemuning Legok, Bupati Maesyal Janji Bantu Sarana Prasarana Usaha untuk Perajin Batik Khas Tangerang

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi Kampung Budaya di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (16/7/2025).

Kehadiran Bupati Maesyal sekaligus untuk membuka Festival Batik Khas Tangerang yang digelar di Kampung Budaya Kemuning tersebut.

Bupati Maesyal mengatakan bahwa Kampung Budaya di Desa Kemuning ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama usaha batik yang telah dijalankan oleh masyarakat secara mandiri.

Baca Juga: Ubud Tembus 10 Besar Kota Terbaik Dunia, Ini Daya Tariknya di Mata Wisatawan Internasional

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini pun berkomitmen terus mendorong dan mendukung penuh pengembangan usaha batik khas Tangerang di Kecamatan Legok tersebut.

"Saya ingin produksi batik di sini dibesarkan," kata pria yang sebelumnya menjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang ini.

Bupati Maesyal pun berjanji akan memberikan bantuan sarana dan prasarana hingga alat produksi untuk perajin batik khas Tangerang.

"Saya akan datang kembali bersama Dinas Koperasi untuk membantu fasilitas, sarana, prasarana, hingga alat produksi dan pemasarannya," ujarnya.

Menurut Maesyal Rasyid, apa yang akan ia lakukan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Tangerang menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Ini bagian dari komitmen kita untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” ujar Bupati Maesyal.

Baca Juga: Tiketnya Murah Banget! SARGA Festival 2025 di Bantul Hadirkan Last Child, Nadhif Basalamah, Banda Neira, Batas Senja, dan Masdddho, Cek Tanggalnya

Bupati menyampaikan pentingnya kepastian pasar bagi produk batik khas Tangerang ini, agar usaha para perajin dapat berkelanjutan dan memberikan penghasilan tetap.

Ia bahkan akan mendorong penggunaan batik lokal terus dikembangkan dan ditingkatkan, termasuk penggunaan pemakaian batik khas Tangerang oleh para ASN dan para pelajar di Kabupaten Tangerang.

“Saya akan bicarakan agar minimal satu hari dalam seminggu, ASN di Pemda atau anak-anak sekolah bisa memakai batik khas Tangerang produksi Desa Kemuning ini,” katanya.

Sementara Staf Khusus Menteri UMKM RI, Hasby Zamry yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan dukungannya atas upaya pelestarian budaya lokal yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

"Batik bukan hanya kekayaan budaya, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi," katanya.

Baca Juga: Warga Palembang Bersiap! Sriwijaya Expo 2025 Digelar di Benteng Kuto Besak Awal Bulan Depan, Ada Pentas Musik, Bazar UMKM hingga Fashion Show

"Kami dari Kementerian UMKM siap mendukung pemasaran batik Tangerang lewat platform digital seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya,” sambungnya.

Hasby menegaskan, pihaknya akan menyampaikan hasil kunjungan ini langsung kepada Menteri dan Wakil Menteri, sebagai langkah awal untuk sinergi lebih lanjut dengan Kementerian dalam meningkatkan branding dan pemasaran batik khas Tangerang.

"Kami ingin pengrajin di sini bisa naik kelas, tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tapi benar-benar membangun bisnis yang berkelanjutan," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.