Jakarta

Pagi Ini, Udara Jakarta Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif

Ainun Kusumaningrum | 30 September 2025, 07:36 WIB
Pagi Ini, Udara Jakarta Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif

AKURAT JAKARTA – Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Menurut situs pemantau kualitas udara IQAir, pada Selasa pagi (30/9/2025).

Pukul 06.25 WIB, Ibu Kota menduduki peringkat kesebelas kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat pada angka 113, dengan tingkat Particulate Matter (PM 2.5) yang tinggi. Angka ini menempatkan kualitas udara Jakarta dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Kombes Budi Hermanto, Resmi Jabat Kabid Humas Polda Metro Jaya

Dibandingkan dengan kota global, Lahore, Pakistan, berada di peringkat pertama dengan AQI 198, diikuti oleh Dhaka, Bangladesh (AQI 165), dan Delhi, India (AQI 152).

Menanggapi masalah polusi yang terus berulang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berencana meniru langkah kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam penanganan kualitas udara.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa Jakarta akan menambah jumlah stasiun pemantau untuk intervensi yang lebih cepat dan akurat.

Baca Juga: Jangan Lupa, Valentino Rossi Gelar Meet and Greet Hari Ini di Jakarta Pukul 15.00, Cek Lokasinya di Sini

"Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan, kita akan menambah jumlahnya," kata Asep Kuswanto pada 18 Maret 2025.

DLH DKI menargetkan penambahan hingga 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors). Menurut Asep, keterbukaan dan akurasi data merupakan kunci penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis dan berkelanjutan.

Intervensi yang dibutuhkan dinilai bukan hanya bersifat sesaat, tetapi harus luar biasa dan berkelanjutan dalam menangani pencemaran udara. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.