Jakarta

Festival Rasa dan Nada 2025 Resmi Ditutup, Wadah UMKM Kabupaten Tangerang Perluas Jangkauan Pasar dan Bangun Jejaring Usaha

Sastra Yudha | 24 November 2025, 09:23 WIB
Festival Rasa dan Nada 2025 Resmi Ditutup, Wadah UMKM Kabupaten Tangerang Perluas Jangkauan Pasar dan Bangun Jejaring Usaha

AKURAT JAKARTA - Festival Rasa dan Nada 2025 yang digelar di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025)

Festival kuliner dan UMKM ini pun meninggalkan pesan kuat bahwa ekonomi rakyat berbasis UMKM terus menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan ekonomi global.

Selama penyelenggaraan, Rasa dan Nada 2025 berlangsung meriah dan sukses menjadi ruang temu bagi pelaku usaha mikro, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Baca Juga: Arsenal Berjaya di Puncak Klasemen Liga Inggris, Berjarak 6 Poin dari Pesaing Terdekatnya, Setelah Kandaskan Tottenham Hotspur 4-1

Festival Rasa dan Nada 2025 merupakan wadah bagi UMKM Kabupaten Tangerang untuk memperluas jangkauan pasar dan kesempatan membangun jejaring usaha.

Festival Rasa dan Nada 2025 ini menunjukkan bukti kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutan penutupan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Muchamad Solehudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia menilai festival ini menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas dan kolaborasi dapat mendorong kebangkitan UMKM. "Bukti bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” tegasnya.

Festival Rasa dan Nada 2025 menggambarkan harmoni antara kuliner, budaya, dan musik yang menciptakan inspirasi dan kebersamaan.

Baca Juga: Pemprov DKI Resmikan 21 Lokasi RTH Baru Hingga September 2025, Berikut Titik Lokasinya

Lebih dari sekadar acara hiburan, festival ini menjadi ruang edukasi dan promosi bagi para pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas jejaring pasar.

"Kami akan terus memperkuat dukungan melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan fasilitas pemasaran agar UMKM dapat melangkah ke panggung nasional bahkan internasional," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa koperasi dan UMKM menjadi bukti penyangga ekonomi rakyat, terlebih di masa penuh tantangan ekonomi global.

“Festival ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga wadah edukasi, inovasi, dan kolaborasi antar pelaku ekonomi rakyat," katanya.

Solehudin berharap festival ini mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

"Mari kita dorong transformasi digital, peningkatan kualitas produk, dan penguatan akses pasar bagi UMKM kita,” tegasnya.

Baca Juga: Targetkan Lapangan Kerja, Golkar Dorong Pemprov DKI Kerja Sama Sister City dengan 5 Negara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, tambahnya, akan terus berkomitmen memperkuat sektor ini melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.

“Harapan kita, dari sini akan lahir produk-produk unggulan lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” imbuhnya.

Solehudin mengajak seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang untuk terus berkarya dan menjaga kualitas produknya.

“Gunakan kesempatan ini untuk memperluas jejaring, meningkatkan daya saing, dan membawa produk lokal kita ke panggung yang lebih besar,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menjelaskan bahwa festival ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro.

“Festival ini adalah sarana strategis untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat, serta membangun jejaring usaha yang lebih kuat,” kata Anna.

Baca Juga: Langka, Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Rejang Lebong

Menurutnya, koperasi dan UMKM memegang peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan, sehingga membutuhkan ruang promosi yang efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya memamerkan berbagai produk unggulan, tetapi juga menghubungkan pelaku UMKM dengan konsumen melalui interaksi langsung.

Selain itu, kehadiran musik dan hiburan menjadikan festival lebih hidup dan menarik perhatian masyarakat luas.

Disampaikan Anna, Festival Rasa dan Nada 2025 menghadirkan lebih dari 30 tenda UMKM, termasuk 20 tenda Kecamatan Solear, 4 tenda Kecamatan Cisoka, 4 tenda Kecamatan Tigaraksa, 1 tenda UPT-PDB Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, dan 1 tenda KDMP Pesanggrahan.

Selama festival, transaksi penjualan berlangsung aktif dan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha. Sejumlah pelaku UMKM juga berhasil membangun jejaring bisnis baru, baik dengan sesama pengusaha maupun dengan stakeholder pendukung.

Baca Juga: Reuni 212 Digelar di Silang Monas pada 2 Desember 2025, Bakal Dihadiri Habib Rizieq, Presiden Prabowo hingga Anies Baswedan Sudah Diundang

Dari sisi outcome, penyelenggaraan festival ini memberikan dampak signifikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk local.

Selain itu, terbentuk jejaring pelaku usaha baru, serta teridentifikasinya potensi UMKM untuk dikembangkan lebih lanjut dalam program pendampingan pemerintah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.