Gelar Tangerang Mangrove Jazz Festival 2023, Bupati Zaki Perkenalkan Destinasi Wisata Terbaru

AKURAT.CO - Menikmati akhir pekan dengan hiburan, cobalah datang ke Kawasan Ketapang Urban Aquaculture Mangrove, di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencoba menghadirkan ragam hiburan untuk memperkenalkan destinasi wisata mangrove atau dikenal dengan kawasan PIK 2 ini.
Salah satunya dengan menggelar event musik bertajuk Tangerang Mangrove Jazz Festival. Acara tersebut diselenggarakan pada 9-10 September 2023.
Menghadirkan sejumlah musisi muda, seperti Rendy Pandugo, Raissa Anggiani, The Overtune, Idgitaf, Raffi Sudirman, Reality Club dan sejumlah musisi lainnya.
Baca Juga: Kepedulian Bupati Zaki Pada Pemuda dan Gen Z, Salah Satunya dengan Membangun 29 Stadion Mini
"Tangerang Mangrove Jazz Festival 2023 ini sebagai upaya kita mengenalkan destinasi wisata terbaru di wilayah Kabupaten Tangerang yang merupakan rangkaian pembangunan yang dilakukan di Kawasan Pantai Utara dari mulai PIK hingga wilayah Kronjo Tangerang," kata Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, Sabtu (9/9/2023).
Zaki mengatakan, penyelenggaraan event ini merupakan upaya Pemkab Tangerang untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya ekosistem mangrove.
"Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan ekonomi wilayah pantai utara, khususnya Ketapang. Melalui festival musik, dalam hal ini adalah musik jazz," tambah Zaki.
Tak hanya jadi wadah edukasi dan hiburan, event yang digelar di Ketapang Urban Aquaculture Mangrove ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.
"Kegiatan ini juga sebagai upaya kita meningkatkan perekonomian masyarakat, yang dulunya hanya mengandalkan usaha sebagai nelayan, tetapi kini juga bergerak dengan pelestarian alam dan wisata," katanya.
Baca Juga: Generasi Z Penentu Kemenangan Pemilu 2024, Kandidat Harus Pandai Meraih Hatinya
Tak hanya menyaksikan gelaran musik, pengunjung juga diajak menikmati suasana alam hutan mangrove yang ada di kawasan 14,5 hektare ini.
Di kawasan ini pengunjung juga bisa melihat 720.000 tanaman mangrove dari 16 jenis pohon mangrove yang ditanam di sana.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati alam dan perkampungan nelayan. Pengunjung juga bisa membeli beragam kerajinan UMKM yang dibuat masyarakat di Kawasan Ketapang tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


