Kapal Interceptor Digagas Bang Zaki 2 Tahun Lalu, Januari 2024 Kapal Pembersih Coldplay Siap Beroperasi

AKURAT JAKARTA - Kapal pembersih sumbangan dari band Coldplay, yang diberi nama "Neon Moon II," telah sukses berlabuh di Sungai Cisadane pada 28 November lalu.
Rencananya kapal akan dioperasikan secara resmi pada 31 Januari 2024.
Dijadwalkan acara dihadiri Kemenkomarves, PUPR , Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane, Pemprov Banten, Kab/Kota Daerah Aliran Sungai Cisadane dan The Ocean Cleanup.
Baca Juga: Profil Dimaz Raditya Caleg Dapil 2 DPRD DKI Jakarta, Siap Tingkatkan Ekonomi dan SDM
Sebelumnya, mantan Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menerima resmi kapal yang memiliki kapasitas angkut hingga 6 ton sampah.
Kapal canggih ini tidak hanya mampu mengangkut sampah, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan sampah sehingga dapat mengolah kembali limbah yang berhasil dikumpulkan dari Sungai Cisadane.
Dengan rencana operasional pada awal tahun 2024, diharapkan "Neon Moon II" dapat menjadi solusi efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan Sungai Cisadane.
Baca Juga: Akun Link Live Streaming, Pengajian Gus Iqdam Hari Ini di Kediri Jam 19.00 WIB
Sumbangan dari Coldplay mencerminkan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap inisiatif pembersihan sungai.
Aksi ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.
Bang Zaki sebelumnya mengungkapkan apresiasi terhadap hibah kapal jenis interceptor dari band asal Inggris, Coldplay, yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: JANGAN NYESEL! Beneran Konser Terakhir NOAH Nih, Buruan Catat Waktu dan Lokasinya di Sini
Kapal canggih bernama Neon Moon II, hasil kerja sama Coldplay dengan The Ocean Cleanup, bakal beroperasi di Sungai Cisadane.
Bang Zaki, begitu biasa disapa, turut serta melakukan persiapan kapal pembersih sampah, atas hibah yang diberikan band Coldplay.
"Alhamdulillah, kapal ini sekarang ada di hadapan kita," kata Bang Zaki.
Bang Zaki berharap, hibah ini terealisasi dengan dukungan Kemenko Marves dan Kementerian PUPR.
Kapal ini, dengan biaya pembuatan mencapai USD 777.000, menjadi satu-satunya interceptor yang beroperasi di Indonesia.
Perakitan kapal ini dirangkai di Dok Koja Bahari dalam waktu hanya 12 hari.
Bang Zaki, yang terlibat aktif dalam proses hibah ini, menyampaikan terima kasih kepada The Ocean Cleanup dan Coldplay atas kontribusinya.
Dengan kapal ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah di Sungai Cisadane, yang mencapai 130 ton per hari.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ocean Cleanup yang sudah bekerja keras membawa kapal interceptor. Terima kasih kepada Coldplay yang ikut membantu memberikan sponsorship kepada interceptor ini," terang Bang Zaki.
"Kapal interceptor yang kita proses hampir 2 tahun lalu sudah bisa kita lihat, terpasang serta beroperasi dengan baik," ungkap dia.
"Ini juga harus jadi ide, agar bisa bikin kapal serupa, sehingga ada transfer teknologinya untuk kelestarian lingkungan," lanjutnya.
Kapal Interceptor Neon Moon II, yang bertenaga surya dengan baterai lithium, akan mencegah sampah plastik mencapai laut.
Bang Zaki berharap teknologi ini menjadi contoh untuk menyelesaikan permasalahan sampah di bantaran sungai secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan bank sampah dan melatih masyarakat dalam pemilahan sampah.
Kapal yang bisa menampung 1,5 ton sampah, itu diharapkan dapat mengurangi dampak sampah plastik yang mencemari sungai dan laut.
"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat, mudah-mudahan dengan kedatangan interceptor ini, sampah di Sungai Cisadane bisa kita angkut dengan baik," tutup Bang Zaki.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




