Jakarta

McD Dikecam Habis Oleh Netizen, Gegara Gugat Kelompok Gerakan Boikot Produk Pro Israel di Malaysia Sebesar Rp 20 Miliar

Sastra Yudha | 4 Januari 2024, 11:14 WIB
McD Dikecam Habis Oleh Netizen, Gegara Gugat Kelompok Gerakan Boikot Produk Pro Israel di Malaysia Sebesar Rp 20 Miliar

AKURAT JAKARTA - Diserang lewat jalur hukum oleh McDonald's atau McD Malaysia, tak membuat gerakan boikot produk pro Israel semakin kendur.

Justru sebaliknya, mereka malah makin gencar menyerukan masyarakat untuk memboikot produk-produk yang pro Israel. Para netizen malah menyerang balik McD Malaysia lewat media sosial.

McD Malaysia dikecam. Netizen Malaysia meminta agar perusahaan franchise atau waralaba itu segera hengkang dari negeri jiran.

Kecaman netizen terhadap McD Malaysia karena perusahaan Amerika itu menggugat BDS Malaysia yang dinilai menyebar pernyataan palsu dan memfitnah perusahaan.

Baca Juga: Annisa Pohan Unggah Foto Mantan Pacar, Netizen: Kok Item Ya Mas AHY

McD Malaysia menggugat gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) ke pengadilan, dan menuntut ganti rugi sebesar 6 juta ringgit Malaysia atau setara kurang lebih Rp 20 miliar.

Netizen menyebut, Malaysia adalah negara mayoritas Muslim yang sudah pasti mendukung setia Palestina.

Karena itu, wajar jika beberapa merek makanan cepat saji dari Barat yang ada di negara tersebut, telah menjadi sasaran kampanye boikot.

Karena produk-produk itu dianggap pro militer Israel yang menyerang dan membunuh puluhan ribu rakyat Palestina di Jalur Gaza. Malaysia memiliki sejarah panjang dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

"Memboikot perusahaan seperti ini adalah pilihan pribadi setiap orang. Meskipun demikian, bila orang yang memiliki pola pikir benar maka pasti akan memboikot McDonald," ujar Sheryl Ho dari Partai Muda dikutip dari South China Morning Post, Rabu (3/1/2024).

Baca Juga: Sepak Terjang Bella Hadid Bela Palestina, Diblokir Instagram Hingga Dipecat Dior Demi Kecam Israel

Netizen Malaysia menegaskan, aksi boikot yang mereka lakukan murni datang dari hati nurani mereka sendiri atas apa yang terjadi di Gaza, bukan merupakan hasil dari seruan untuk melakukan boikot produk pro Israel.

"McDonald's telah kehilangan pelanggan bukan hanya karena boikot ini, tapi akan terjadi seumur hidup,” kata sebuah postingan di X.

Diketahui, Gerbang Alaf Restaurants Sdn Bhd yang merupakan pemegang lisensi McDonald's di Malaysia, menggugat gerakan BDS Malaysia atas serangkaian postingan di media sosial yang diduga mengaitkan waralaba makanan cepat saji tersebut dengan Israel.

Restoran McD Malaysia menuduh BDS Malaysia telah menghasut masyarakat untuk memboikot McDonald's. Seruan itu menyebabkan hilangnya keuntungan dan PHK, serta kerugian lainnya, karena penutupan dan pengurangan jam operasional jam gerainya.

Baca Juga: Jadwal Konser Indonesia Maju Denny Caknan, Gratis di 10 Kota selama Bulan Januari 2024

McDonald's Malaysia mengonfirmasi pihaknya mengajukan gugatan terhadap BDS Malaysia untuk melindungi "hak dan kepentingannya", katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.