Jakarta

442 Rumah Warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Terdampak Bencana Banjir, Sungai Saka dan Sungai Selabung Meluap

Ainun Kusumaningrum | 18 Mei 2024, 15:45 WIB
442 Rumah Warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Terdampak Bencana Banjir, Sungai Saka dan Sungai Selabung Meluap

AKURAT JAKARTA - Sebanyak 442 rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, terdampak bencana banjir.

Banjir akibat luapan Sungai Saka dan Sungai Selabung dan merendam ratusan rumah warga di beberapa desa di OKU Selatan.

Yakni, meliputi Desa Simpang Pendagan, Talang Bandung, Kisau, Tekana, Tanjung Sari, Negeri Batin, Desa Madura, Tangsi, Rengas, Kampung Kepayang, Simpang Campang, dan Pasar Lama Ulu.

Baca Juga: 2 Kotban Hilang Banjir Lahar Dingin Sumbar Belum Ditemukan, Tim SA Sisir Aliran Sungai dan Material

"Berdasarkan hasil pendataan terakhir ada sebanyak 442 rumah warga terdampak bencana banjir," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan Heri Pramono dilansir dari Antara.

Menurut dia, banjir juga merusak satu unit rumah penduduk di Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca hingga korban terpaksa mengungsi ke tempat yang aman karena rumah tidak layak lagi ditempati.

"Ada sebanyak 442 rumah dengan 1.051 jiwa yang kebanjiran," katanya.

Baca Juga: SIMAK! Ini Dia Daftar 12 Kuliner Asli Betawi yang Dicatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkumham RI

Meskipun tidak ada korban jiwa, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti dua unit jembatan gantung putus di Desa Tanjung Raya dan Desa Madura, Kecamatan Buay Sandang Aji.

Serta merendam puluhan hektare lahan perkebunan milik warga di wilayah setempat.

Menurut dia, BPBD OKU Selatan telah menerjunkan personel ke lokasi bencana alam untuk membantu membersihkan rumah warga sekaligus mengevakuasi barang berharga milik korban dari banjir.

"Saat ini kami juga sedang mengajukan bantuan logistik untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir," ujar dia.

Heri mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.

"Personel kami di lapangan terus memantau debit air Sungai Saka dan Sungai Selabung agar jika terjadi peningkatan akan diteruskan peringatan dini kepada masyarakat," ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.