Jakarta

KFC Indonesia Rugi Besar Diduga Imbas Gerakan Boikot Produk Pro Israel, Kerugian Hampir Rp 350 Miliar Pada Semester I Tahun 2024

Sastra Yudha | 2 Agustus 2024, 19:42 WIB
KFC Indonesia Rugi Besar Diduga Imbas Gerakan Boikot Produk Pro Israel, Kerugian Hampir Rp 350 Miliar Pada Semester I Tahun 2024

AKURAT JAKARTA - Gerakan boikot produk pro Israel sudah menggema sejak akhir tahun 2023 lalu.

Salah satu produk yang masuk dalam daftar boikot adalah Kentucky Fried Chicken atau KFC.

Diduga karena imbas seruan boikot produk pro Israel tersebut, KFC Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 348,83 miliar pada semester I tahun 2024 ini.

Data tersebut sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (2/8/2024) hari ini.

Baca Juga: Bahas Konsep Menata Jakarta ke Depan, Heru Budi Rapat Bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Fokus Utamanya Renovasi Kawasan Monas

Pengelola KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih sebesar Rp 348,83 miliar.

Rugi bersih itu meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar 6.173,92% atau Rp 5,56 miliar.

Rinciannya, pendapatan perusahaan pada semester I 2024 sebesar Rp 2,48 triliun. Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar Rp 3,11 triliun.

Selain di Indonesia, KFC di Malaysia juga mengalami kerugian yang besar akibat Gerakan boikot produk pro Israel.

Bahkan, KFC Malaysia memutuskan untuk menutup sejumlah gerainya, karena mengalami penurunan keuntungan.

Dilansir dari Al Jazeera, KFC adalah salah satu dari sejumlah merek Barat, yang diduga berafiliasi atau mendukung Israel.

Baca Juga: Dua Hari Lagi Menuju Konser LMAC Super Hitz Fest 2024, Ada Kahitna dan The Changcuters, Ini Cara Menuju ke Lokasi Acara

Tak hanya Indonesia dan Malaysia, sejumlah negara di ASEAN yang penduduknya mayoritas beragama Islam, juga melakukan hal sama.

Di negara-negara tersebut, KFC dilaporkan juga menjadi sasaran seruan boikot, karena dianggap memiliki hubungan dengan Israel. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.