Jakarta

Paslon Maesyal-Intan Bakal Bikin Hutan Mangrove Baru di 5 Titik untuk Serap Karbon

Ainun Kusumaningrum | 4 September 2024, 13:28 WIB
Paslon Maesyal-Intan Bakal Bikin Hutan Mangrove Baru di 5 Titik untuk Serap Karbon

AKURAT JAKARTA - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah bakal membuat hutan mangrove baru di 5 titik untuk menyerap karbon.

Calon Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan, jika terpilih nanti pihaknya akan melanjutkan program pro lingkungan yang sudah dilakukan Bupati sebelumnya Ahmed Zaki Iskandar.

Sejauh ini, kata Intan, di sepanjang pesisir sudah dilakukan survei terkait hutan mangrove seperti di Tanjung Kait Sukadadi, Kronjo dan Teluk Naga.

Baca Juga: Soal Sampah Maesyal-Intan Gagas Program Selaras, Relawan KM 17 Dukung Pengolahan Secara Terpadu dari Hulu hingga Hilir

"Bahkan di Kronjol ada pelabuhan nelayan meskipun kecil, kita sudah mulai tata termasuk juga pemukiman nelayan di sana," kata Intan kepada Akurat Jakarta belum lama ini.

Mantan pimpinan DPRD Kabupaten Tangerng itu juga mengatakan, sekaligus pihaknya juga akan membuat hutan-hutan mangrove baru di lima titik itu untuk menyerap karbon.

"Nanti akan menjadi pusat konservasi mangrove di sana," bebernya.

Baca Juga: Siap Menangkan Maesyal-Intan, Milenial dan Gen Z: Mereka Memberikan Ruang Aspirasi untuk Anak-anak Muda

Menurut dia, sebetulnya sejauh ini ada dua lokasi yang sudah dilakukan salah satunya di Teluk Naga.

Jadi yang sudah ada itu dua sebetulnya yang di Teluk Naga yang dikelola oleh BUMDES.

Sebab, secara ekonomi karbon yang dijual menjadi pemasukan daerah yang besar.

Baca Juga: Maesyal-Intan Sudah Siapkan Program Unggulan 5 Tahun ke Depan, Bakal Lanjutkan Program Bupati Tangerang Sebelumnya

Sejauh ini Kabupaten Tangerang menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan potensi karbon untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Selama dipimpin oleh Ahmed Zaki Iskandar, Kabupaten Tangerang telah menanam hutan mangrove seluas 212 hektar dari potensi sekitar 219 hektar.

Satu hektar hutan mangrove bisa menyerap lebih dari 950 ton karbon, sehingga total yang dapat diserap sekitar 28.500 ton.

Dengan memanfaatkan karbon trade, Kabupaten Tangerang bisa mendapatkan pemasukan yang signifikan.

Jika setiap ton karbon dihargai sebesar 50 dolar Amerika, maka valuasinya mencapai sekitar 10,4 juta Dollar Amerika atau sekitar 161 miliar rupiah.

Upaya Kabupaten Tangerang ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk memanfaatkan potensi karbon dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim secara global. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.