Jakarta

Mau Kirim Bantuan Pangan 1.000 Ton Ubi Jalar, Ketua MUI Pusat Minta TNI Kawal Kapal Kemanusiaan Indonesia ke Palestina

Sastra Yudha | 10 September 2024, 09:45 WIB
Mau Kirim Bantuan Pangan 1.000 Ton Ubi Jalar, Ketua MUI Pusat Minta TNI Kawal Kapal Kemanusiaan Indonesia ke Palestina

AKURAT JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta pemerintah Indonesia, baik melalui TNI maupun Kementerian Luar Negeri, untuk mengawal bantuan pangan 1.000 ton ubi jalar ke Palestina.

Pengiriman bantuan pangan untuk rakyat Palestina, khususnya warga Gaza yang paling terdampak agresi zionis Israel, akan menggunakan Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina.

Penegasan ini disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Pusat, Sudarnoto Abdul Hakim, yang didampingi Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan, saat menghadiri Upacara Bendera Dukung Kemerdekaan Penuh Palestina di Pondok Pesantren Nuu Waar – Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) di Bekasi, pada Senin (9/9/2024).

Baca Juga: Prediksi Belanda Vs Jerman di UEFA Nations League: Duo Raksasa Sepak Bola Dunia, Siap Berebut Puncak Klasemen

Upacara tersebut dipimpin oleh Presiden AFKN, KH. MZ. Fadzlan Rabbany Garamatan. Dalam upacacara tersebut, dilakukan Pengibaran Bendera Palestina dengan iringan Lagu Kebangsaan Palestina oleh Pasukan Pengibar Bendera dan Paduan Suara Ponpes Nuu Waar itu.

Tampak hadir mengikuti upacara antara lain: Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Bachtiar Nasir, Ketua Majelis Dzikir Muhammad Syukur, Ketua Pengurus Pusat BKM Dewan Masjid Indonesia Nurdiati Akmal, Dirut Global Muslim Charity (GMC) Ahyudin, serta perwakilan Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Syeikh Ibrahim Ali Hasan.

Menurut Sudarnoto, upacara pengibaran bendera Palestina ini merupakan momen yang membuatnya kagum dan terharu. ”Ini acara yang luar biasa sekali. Karena sangat konkrit sekali apa yang akan dilakukan terhadap Palestina,” tandasnya.

Dalam acara tersebut juga telah dideklarasikan Pengibaran sekaligus Penyerahan Bendera Kebangsaan Palestina dari Indonesia, Deklarasi Petani Relawan Pangan Indonesia-Palestina, Deklarasi Bantuan Pangan Ubi sebanyak 1.000 Ton, Deklarasi Relawan Thibbun Nabawi Indonesia Palestina, serta Peluncuran Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina.

“Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tak akan pernah lelah untuk membantu, mendukung, bahkan membela bangsa Palestina,” tegasnya.

Sudarnoto berhatap, kegiatan tersebut dapat diikuti oleh pesantren-pesantren lain serta lembaga-lembaga keagamaan dan kemanusiaan lainnya.

Baca Juga: CATAT! Berikut 28 Lokasi Nobar Gratis Laga Indonesia vs Australia di Jabodetabek Besok Malam, Dukung Timnas Garuda untuk Menang

Sekjen MUI Pusat, Amirsyah Tambunan, berjanji akan berkordinasi langsung dengan Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI, agar mau melakukan pengawalan terhadap kebarangkatan Kapal Kemanusaian Indonesia-Palestina, untuk mengirimkan bantuan pangan 1.000 ton ubi jalar tersebut.

KH. Bachtiar Nasir menambahkan, bantuan pangan yang akan dikirimkan bukan hanya dalam bentuk buah Ubi Jalar, tetapi juga dalam bentuk Tepung Ubi. “Hal ini perlu dilakukan, agar bahan pangan yang dikrim bisa bertahan lama dan sesuai dengan selera lidah orang Palestina,” tutur Pimpinan AQL Islamic Center ini.

KH. Fadzlan Rabbany Garamatan membenarkan tentang rencana itu. ”Nanti bantuan bahan pangan yang akan kita klirim juga dalam bentuk tepung, setelah hasil panen Ubi itu kita olah menjadi tepung,” ujarnya.

Dengan adanya program bantuan pangan ini, jelas KH. Fadzlan Garamatan, membuat para petani desa yang tergabung dalam Relawan Pangan Indonesia-Palestiana ini, dapat bertahan hidup di tengah kesulitan yang dirasakan belakangan ini.

Seperti yang telah dilakukan Petani Relawan Pangan di Desa Cintabodas, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah bekerja secara simultan dalam membuka lahan pertanian seluas 50 hektar untuk penanaman ubi jalar secara massal.

“Dari target pertama pengiriman Ubi sebanyak 1.000 Ton, jumlah petani yang terlibat sekitar 100 Petani Relawan Pangan. Dan akan kita kembangkan menjadi 300 Petani,” jelasnya.

Hal tersebut harus dilakukan, tambahnya, untuk mengejar target pengiriman tahap pertama yang akan dilakukan pada bulan Februari 2025, sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 1446 H yang jatuh pada 1 Maret 2024.

Baca Juga: TransJakarta Akan Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 23.00 WIB Saat Indonesia Vs Australia di Stadion GBK, Permudah Akses Suporter Pulang

Dalam kesempatan tersebut, KH. Fadzlan Rabbany Garamatan memberi mandat khusus kepada KH. Bachtiar Nasir untuk mengantarkan Bedug Berlapis Emas berdimensi 5 x 7 meter.

Saat ini, bedug tersebut sedang dalam tahap pengerjaan. Nantinya bedug tersebut akan dikirim ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina.

“Bedug berlapis emas itu, akan menjadi simbol kedekatan hubungan rakyat Indonesia dan rakyat Palestina. Yang akan diletakkan di salah satu sudut di masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia,” ungkapnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.