Jakarta

3 Fakta Kasus Penembakan Siswa SMK oleh Oknum Polisi di Semarang, Menteri HAM Turun Tangan

Hawa E. Azhari | 4 Desember 2024, 15:33 WIB
3 Fakta Kasus Penembakan Siswa SMK oleh Oknum Polisi di Semarang, Menteri HAM Turun Tangan

AKURAT JAKARTA - Kasus penembakan oknum polisi terhadap siswa SMK di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) masih menjadi sorotan publik.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai pun turun tangan menangani kasus ini.

Pigai mengungkap korban merupakan siswa yang baik sebagaimana laporan yang diterima dari stafnya di Kementerian HAM atas kasus tersebut.

Baca Juga: Sambangi Kemensos RI, Agus Salim Ditegur Saifullah Yusuf: Ini Donasi Awalnya Untuk Pengobatan, Ya Harus Dikembalikan Kesana Semua

Pigai juga meminta pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus penembakan terhadap siswa SMK di Semarang itu karena menyangkut masalah keadilan masyarakat.

"Kalau tidak salah, laporan yang masuk ke saya belum dan kita percaya saja bahwa proses ini harus diselesaikan karena menyangkut keadilan masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, terjadi peristiwa seorang siswa SMK di Semarang yang dilaporkan meninggal dunia yang diduga akibat luka tembak senjata api di tubuhnya, pada Minggu, 24 November 2024 lalu.

Berkaca dari kasus itu, berikut ini sejumlah fakta terkini kasus penembakan terhadap siswa SMK hingga tewas oleh oknum kepolisian di Semarang, Jateng.

Baca Juga: Konser Gratis di Lapangan Banteng Akhir Pekan Ini, Menghadirkan Kunto Aji, Bilal Indrajaya, Yovie & Nuno hingga Hivi! Simak Jadwalnya di Sini

1. Oknum Polisi yang Menjadi Tersangka Penembakan

Polda Jateng menyatakan oknum Satres Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin sebagai terduga penembak siswa SMK di Semarang.

Dalam kesempatan berbeda, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho menyebut kasus itu masih diproses Propam Polda Jateng.

Agus menuturkan Aipda Robig Zaenudin akan menjalani sidang etik pada pekan ini.

Baca Juga: Prediksi Skor Everton vs Wolverhampton di Premier League: Duel Zona Degradasi

"Dalam jangka waktu dekat ini, sudah akan dilakukan sidang etik, kami jamin kami akan transparan," ungkap Agus dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, pada Senin, 2 Desember 2024.

2. Polda Jateng Menjamin Kasus Dibuka Transparan

Dalam kesempatan yang sama, Agus mengklaim pihaknya berkomitmen untuk tidak menutup-nutupi proses penyelidikan kasus yang melibatkan oknum polisi di Polres Semarang.

"Berkaitan dengan kasus anggota (Polres Semarang), Polda Jawa Tengah berkomitmen tidak akan menutup-nutupi, dan akan kami proses, dan tentunya pada saat nanti akan kami sampaikan," ujar Agus di Mapolda Jateng, pada Senin, 2 Desember 2024.

Baca Juga: Sambut Transformasi Menuju Kota Global, Pemprov DKI Gelar 'Shaping Tomorrow Together' di Lapangan Banteng Akhir Pekan Ini, Berikut Rangkaian Acaranya

Kemudian, Wakapolda Jateng itu menyoroti dugaan adanya intervensi terhadap pihak keluarga korban yang akan diungkap dalam sidang etik tersangka penembakan siswa SMK, Aipda Robig Zaenudin.

"Termasuk intervensi itu nanti akan terbantahkan dengan mungkin bukti-bukti video dengan sebagainya. Kami akan transparan dan kami akan terbuka semuanya," terang Agus.

6. Keluarga Korban Ungkap Ada Intervensi Polisi

Pihak keluarga korban siswa SMK yang tewas usai ditembak oknum polisi di Semarang, mengaku sempat mendapatkan intervensi dari pihak kepolisian.

Baca Juga: Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League: Dapatkah The Villans Manfaatkan Laga Kandang untuk Bangkit?

Kerabat yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut, keluarga korban diminta aparat untuk membuat pernyataan bahwa kasus telah selesai.

"Intinya diminta membuat pernyataan bahwa kasusnya sudah selesai, supaya tidak berkembang ke mana-mana, supaya wartawan tidak sering datang, karena kasusnya akan digelar konferensi pers," ungkap pihak keluarga korban kepada awak media di Kota Semarang.

Dia menjelaskan pertemuan keluarga korban dengan pihak kepolisian bermula saat mendatangi sebuah rumah sakit tempat sang korban dirawat, RSUD Kariadi Semarang.

"Saya infokan dari kakaknya, sudah di RS Kariadi di kamar jenazah. Saya belum dapat informasi karena luka tembak," sebut sang kerabat keluarga korban.

Baca Juga: Prediksi Skor Newcastle United vs Liverpool di Premier League: Ujian Berat The Magpies di St. James' Park

Kerabat itu pun menuturkan pernyataan dari pihak kepolisian terkait kronologi penembakan oknum polisi terhadap korban siswa SMK di Semarang.

"Awalnya aparat kepolisian mengatakan ditembak karena melawan petugas, infonya akan ada tawuran, hanya ketika dilerai atau dibubarkan, (korban) menyerang," tandasnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.