Siap Swasembada Pangan, Kementan Tinjau Lokasi CSA Eks Program PHLN

AKURAT JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menegaskan swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
"Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan," kata Mentan Amran.
Baca Juga: Wacana Pembelian Gas LPG 3 Kg Wajib Pakai QRIS, Dinas Nakertransgi: Masih Banyak yang Pakai Cash
Menindaklanjuti arahan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti melakukan kunjungan kerja ke lokasi penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) eks Program SIMURP Tahun 2019-2024 di Poktan Kedingding, Desa Mulyasari Kecamatan Binong Kabupaten Subang, Minggu (16/02/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 40 orang yang terdiri dari petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), P3A/GP3A, koordinator penyuluh, penyuluh pertanian Desa Mulyasari, Kepala Desa dan Babinsa.
Dalam arahannya Kabadan Santi menyampaikan bahwa penerapan teknologi CSA telah terbukti meningkatkan produksi, produktivitas, serta menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Baca Juga: Cara Dapat Bansos Rp600 Ribu Jelang Puasa Ramadan, Cek Persyaratannya di Sini
Di lahan Poktan Kedingding seluas 50 hektar telah diterapkan berbagai teknologi CSA, seperti teknologi hemat air melalui sistem intermitten, pertanaman sistem lorong 5:1, dan penggunaan pupuk organik.
Kabadan meminta agar teknologi ini direplikasi dan diperluas dengan dukungan Pemerintah Daerah melalui APBD Provinsi dan Kabupaten serta partisipasi swadaya.
"Pemerintah Daerah mendorong memfasilitasi pengembangan usaha petani muda, tidak hanya di sektor hulu tetapi juga sampai ke hilir agar dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani dan tentunya untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ucapnya.
Baca Juga: Daftar Bansos Cair Jelang Ramadan 2025, Beras 10 Kg hingga Uang Rp 300 Ribu
Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Purwanta berkesempatan melakukan Sosialisasi Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam mendukung Percepatan Swasembada Pangan.
Pendayagunaan penyuluh pertanian sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan daya saing untuk mencapai swasembada pangan nasional.
"Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah menarik penyuluh pertanian daerah ke dalam koordinasi Kementerian Pertanian guna mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional", ucap Purwanta.
Sebagai informasi bahwa salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah peninjauan pameran berbagai produk olahan yang dihasilkan oleh Kelompok Ekonomi Petani (KEP) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) SIMURP.
Kabadan memberikan motivasi dan semangat agar kelompok-kelompok ini dapat meningkatkan nilai tambah produknya. Misalnya, bukan hanya menjual beras ketan, tetapi juga mengolahnya menjadi tepung beras ketan serta produk turunannya seperti jenang atau dodol, yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Turut hadir mendampingi Kabadan diantaranya Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Pusat Pendidikan, Direktur Polbangtan Bogor, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, dan perwakilan dari Dinas TPH Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pertanian Kabupaten Subang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







