Jakarta

Pemkab Tangerang Gandeng UI Susun Strategi Jangka Panjang Atasi Masalah Sampah, Wabup Intan: Ada Manfaat Ekonomi yang Lebih Luas

Sastra Yudha | 18 April 2025, 15:14 WIB
Pemkab Tangerang Gandeng UI Susun Strategi Jangka Panjang Atasi Masalah Sampah, Wabup Intan: Ada Manfaat Ekonomi yang Lebih Luas

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks di wilayahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan. Namun keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia menjadi kendala dalam penanganan sampah di Kabupaten dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 3,3 juta jiwa ini.

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan masalah kolektif yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga: Kabar Gembira! Mulai April 2025, Pemegang KJP Plus Gratis Masuk Ancol, Berikut Syarat dan Jadwal Pemberlakuannya

Karena itu, Pemkab Tangerang menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam upaya menyusun strategi jangka panjang untuk penanganan masalah sampah ini.

“Kami sangat senang karena hari ini ada Prof. M. Chalid dan tim dari UI yang ingin membantu mengatasi permasalahan sampah ke depan. Ini bukan solusi jangka pendek, tapi perencanaan untuk jangka panjang,” ujar Intan Nurul Hikmah di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (17/4/2025).

Intan menilai pentingnya kerja sama dengan institusi pendidikan dan stakeholder lain, guna menciptakan solusi yang berkelanjutan. Hal ini demi kemaslahatan bersama.

“Kami sangat berharap dukungan dari masyarakat bahwa kerja sama dengan UI ini bisa menjadi titik awal pencerahan dan membawa manfaat ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Espanyol vs Getafe di La Liga, 19 April 2025: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah

Sementara Prof. M. Chalid mengapresiasi produktivitas pertemuan tersebut dan menekankan pentingnya tata kelola sampah dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.

Ia juga menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi akademik akan menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Tangerang.

“Masalah sampah adalah isu keberlanjutan. Kami tidak ingin ini berhenti dalam satu atau dua tahun, tapi bisa terus berjalan. Karena berbicara soal sampah, kita berbicara soal kehidupan manusia,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa kerja sama ini turut membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular di tengah masyarakat, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Asyik! Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Pada Tanggal 21 dan 24 April 2025, Rayakan Dua Hari Bersejarah ini

"Karena bicara tentang sampah itu bicara tentang kehidupan manusia, sisa aktivitas manusia yang tidak akan pernah habis-habis," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.