Gegara Sengketa Lahan, Gerbang SD Utan Jaya Depok Digembok, Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

AKURAT JAKARTA - Aktivitas belajar mengajar di SD Utan Jaya, Depok, terpaksa dihentikan total hari ini setelah dua gerbang utama sekolah digembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.
Tindakan ini membuat seluruh siswa harus belajar dari rumah, karena akses masuk ke sekolah tertutup rapat oleh rantai dan gembok besar.
Menurut keterangan salah satu wali murid, peristiwa serupa sebenarnya sudah pernah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Saat itu, meski gerbang utama digembok, para siswa masih bisa masuk melalui pintu kecil.
Namun, hari ini seluruh akses ke area sekolah benar-benar ditutup, tanpa ada kepastian kapan anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas.
"Belum ada kepastian kapan anak-anak bisa kembali ke sekolah. Hanya diberi tahu lewat grup untuk belajar di rumah," ungkap Erni, Rabu (7/5/2025).
Baca Juga: Tragedi Maut di Kalijambe: Dump Truk Rem Blong Tabrak Rombongan Takziah, 11 Orang Tewas di Tempat
Sengketa Lahan Memanas, Ahli Waris Tuntut Kejelasan
Masalah ini berakar pada sengketa kepemilikan lahan antara pihak ahli waris dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Muchtar, salah satu ahli waris, mengklaim bahwa keluarganya telah memiliki tanah tersebut sejak wilayah tersebut masih berada di bawah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Proyek Pemasangan Meteran di Penjaringan Jakarta Utara Dinilai Tabrak Aturan
Ia menyatakan bahwa pihak keluarga telah berusaha berkomunikasi dengan Pemkot Depok untuk menyelesaikan masalah ini, namun belum mendapat tanggapan yang memuaskan.
"Kami sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan, katanya mau dibayar, saya bilang bayarkan saja. Keluarga kami sudah dibuat lapar," tegas Muchtar.
Sementara itu, aparat kepolisian dan Satpol PP tampak berjaga di sekitar sekolah untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan atau Pemkot Depok terkait langkah konkret untuk menyelesaikan konflik ini.
Para orang tua siswa berharap pemerintah segera turun tangan agar proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.
Mereka meminta agar hak pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas, meski ada sengketa lahan yang belum terselesaikan.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







