Di Balik 162 Ijazah yang Tertahan, Inilah Kisah Perjuangan Alumni dan Sekolah yang Sama-Sama Bertahan

AKURAT JAKARTA - Alih-alih hanya menjadi selembar dokumen kelulusan, ratusan ijazah di SMK Wijaya Kusuma Solo justru menjadi simbol persoalan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga.
Sebanyak 162 ijazah lulusan tahun 2008 hingga 2025 masih tersimpan di lemari besi sekolah karena pemiliknya belum mampu melunasi tunggakan SPP.
Bagi para alumni, ijazah merupakan pintu untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Namun bagi sebagian keluarga, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari lebih mendesak dibanding melunasi tunggakan sekolah yang nilainya berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Di sisi lain, sekolah juga menghadapi kenyataan yang tidak kalah berat.
Sebagai sekolah swasta, sebagian besar biaya operasional dan gaji puluhan guru serta karyawan bergantung pada pembayaran SPP.
Ketika tunggakan menumpuk hingga mencapai Rp336 juta, sekolah harus mencari berbagai cara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Kepala SMK Wijaya Kusuma Solo, Harsono, mengatakan dirinya tidak ingin melihat persoalan ini hanya dari satu sisi.
Menurutnya, ijazah yang menumpuk di sekolah tidak memberikan manfaat bagi siapa pun.
Karena itu, sejak menjabat pada 2022, Harsono mulai mendata seluruh ijazah yang belum diambil sekaligus menghitung nilai tunggakan setiap alumni.
Dari pendataan tersebut, diketahui masih ada 162 ijazah yang belum diambil dengan total tunggakan Rp336 juta.
Meski kondisi keuangan sekolah terbatas, pihak sekolah memilih mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi.
Alumni yang belum mampu melunasi tunggakan tetap diberi kesempatan memperoleh fotokopi ijazah untuk melamar pekerjaan, asalkan membuat surat pernyataan akan mengangsur pembayaran.
Langkah itu diambil dengan harapan para lulusan bisa segera mendapatkan pekerjaan sehingga memiliki penghasilan untuk menyelesaikan kewajibannya kepada sekolah.
Tak hanya itu, yayasan juga memberikan keringanan berupa potongan tunggakan hingga 40 persen.
=====
Harsono berharap kebijakan tersebut dapat meringankan beban alumni sekaligus membantu kondisi keuangan sekolah.
Menurutnya, jika sebagian tunggakan bisa dibayarkan, dana tersebut akan sangat berarti untuk membiayai operasional sekolah dan kesejahteraan 24 guru serta enam karyawan yang selama ini ikut menopang proses pendidikan.
Pendekatan serupa juga diterapkan kepada siswa yang masih aktif.
Harsono menegaskan tidak ada siswa yang dilarang mengikuti ujian hanya karena belum membayar SPP.
Sekolah lebih memilih mengundang orang tua untuk berdiskusi dan mencari solusi, termasuk memberikan kesempatan mencicil pembayaran.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program bantuan pendidikan.
Sekolah secara rutin memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi, anak yatim, maupun keluarga kurang mampu.
Selain itu, SMK Wijaya Kusuma Solo juga menjadi sekolah mitra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan kuota pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Kisah 162 ijazah yang masih tersimpan ini akhirnya bukan sekadar tentang tunggakan biaya pendidikan.
Di baliknya, ada keluarga yang sedang berjuang keluar dari keterbatasan ekonomi, ada lulusan yang berharap mendapat kesempatan bekerja, sekaligus ada sekolah swasta yang berusaha tetap bertahan agar dapat terus membuka akses pendidikan bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan kedua belah pihak, ruang dialog dan kebijakan yang lebih manusiawi menjadi jalan tengah yang terus diupayakan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





