Jakarta

Memperingati Hari Bumi 2025, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Tanam 2.000 Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture Mauk, Bersama FORHATI dan KAHMI

Sastra Yudha | 13 Mei 2025, 09:34 WIB
Memperingati Hari Bumi 2025, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Tanam 2.000 Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture Mauk, Bersama FORHATI dan KAHMI

AKURAT JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menanam 2.000 pohon mangrove di Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk, pada Senin (12/05/2025).

Kegiatan tersebut diseleggarakan oleh Pemkab Tangerang bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tangerang dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI).

Selain penanaman 2.000 pohon mangrove, dalam peringatan Hari Bumi di Kabupaten Tangerang ini juga dilakukan pelepasan mimi ke laut.

Baca Juga: Apa itu Modus Penipuan Soceng yang Marak Timpa Nasabah Bank, Simak dan Pahami Tips Agar Kamu Tak Jadi Korbannya

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan bahwa penanaman 2.000 mangrove dan pelepasan mimi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2025.

Hari Bumi 2025 mengambil tema: Our Power, Our Planet atau Kekuatan Kita, Planet Kita. Tema peringatan Hari Bumi ini merupakan ajakan reflektif yang sangat relevan dengan tantangan zaman.

"Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan bencana alam yang makin sering terjadi, tidak bisa kita anggap enteng," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, pencegahan dan penanggulangan kerusakan ekosistem memerlukan sinergitas dan kolaborasi aktif seluruh komponen yang lintas sektor.

Bukan hanya pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk akademisi maupun pemerhati lingkungan dan organisasi kemasyarakatan.

"FORHATI Nasional yang telah menggagas kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah bisa melahirkan inisiatif yang berdampak besar bagi kelestarian alam," tandasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pandangan Subjektif, Ayah Bisa Lebih Sayang pada Anak Perempuan Ternyata Ada Teorinya

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki kawasan pesisir yang cukup luas, terutama di wilayah utara seperti, Mauk, Teluk Naga, Kronjo, Pakuhaji, dan sekitarnya.

Wilayah pesisir ini memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari pelindung alami terhadap abrasi, tempat hidup berbagai biota laut, hingga penyangga kehidupan masyarakat nelayan.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya soal menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan untuk anak cucu kita, untuk ekonomi berkelanjutan, dan untuk bumi yang yang kita cintai lebih sehat.

"Penanaman mangrove adalah langkah strategis yang sejalan dengan upaya kita menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, serta memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendekatan ekonomi hijau," jelasnya.

Bupati juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan salah satu misi Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Baca Juga: Mobil Jaklingko Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Cengkareng, Stafsus Gubernur DKI: Seleksi Pengemudi Harus Diperketat

"Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan kegiatan hari ini bukan sekadar simbolis, tetapi gerakan nyata yang berkelanjutan," harapnya.

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini juga mengajak semua pihak mengedukasi masyarakat agar merawat lingkungan.

"Mari kita rawat bersama, kita kawal pertumbuhannya, dan kita edukasi masyarakat sekitar agar semakin peduli terhadap lingkungan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.