Jakarta

Wabup Intan Nurul: Melalui Program GENTING, Angka Balita Stunting di Kabupaten Tangerang Turun Menjadi 7,3 Persen pada Tahun 2025

Sastra Yudha | 24 Juni 2025, 07:56 WIB
Wabup Intan Nurul: Melalui Program GENTING, Angka Balita Stunting di Kabupaten Tangerang Turun Menjadi 7,3 Persen pada Tahun 2025

AKURAT JAKARTA - Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil menurunkan angka Balita stunting menjadi 7,3 persen pada tahun 2025.

Capaian tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten-Kota se-Provinsi Banten.

Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Ex Litbang Bappeda Provinsi Banten, KP3B Serang, pada Senin (23/6/2025).

Baca Juga: Gubernur Pramono Sebut Perda Kawasan Tanpa Rokok Tak Akan Bebankan UMKM, Pembahasan Bakal Lebih Detail

Wabup Tangerang Intan Nurul menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting adalah prioritas strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Dikatakan Wabup Intan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka balita stunting di Kabupaten Tangerang berhasil turun menjadi 7,3% pada 2025 dari 7,7% di tahun sebelumnya.

"Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga seperti Bank BJB dan BAZNAS melalui program GENTING," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Tangerang secara konsisten menjalankan 8 aksi konvergensi secara terstruktur, dengan pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta optimalisasi peran desa.

Target jangka panjang yang ditetapkan Pemkab Tangerang adalah menurunkan stunting menjadi 5% pada Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

"Stunting bukan sekadar isu gizi, tetapi persoalan multidimensi yang menyangkut masa depan generasi. Karena itu, evaluasi ini penting untuk menyempurnakan langkah ke depan," ujarnya.

Baca Juga: JBL Festival 2025: Menghadirkan Slank, Ari Lasso, Tiara Andini, Kotak, dan Wisnhu Santika di Istora Senayan, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya!

Sementara Plh Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Banten, Desta Munggara, menyampaikan bahwa penilaian ini akan berlangsung selama dua hari, dengan tujuan mendapatkan gambaran menyeluruh pelaksanaan 8 aksi konvergensi di setiap daerah.

"Kami ingin melihat sejauh mana aksi telah dilaksanakan dan apa yang perlu diperkuat. Kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan intervensi yang tepat sasaran," ujar Desta.

Penilaian ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi dan implementasi aksi stunting secara terintegrasi di seluruh wilayah Banten. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.