Jakarta

Pemkab Tangerang Komitmen Perkuat Implementasi Strategi Pengarusutamaan Gender, Kepala DP3A Singgung Pentingnya Anugerah Parahita Ekapraya

Sastra Yudha | 11 Juli 2025, 15:55 WIB
Pemkab Tangerang Komitmen Perkuat Implementasi Strategi Pengarusutamaan Gender, Kepala DP3A Singgung Pentingnya Anugerah Parahita Ekapraya

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen memperkuat implementasi strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam seluruh aspek pembangunan daerah.

Langkah ini sejalan dengan komitmen global Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyampaikan bahwa strategi PUG merupakan instrumen penting untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Baca Juga: Pencanangan Integrasi Ruang Hijau Lapangan Banteng dan Gedung A A Maramis, Gubernur Pramono: Ditargetkan Selesai Maret 2026

Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus melibatkan semua pihak, termasuk laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

"Prinsip dasar dari SDGs adalah menjamin bahwa semua kelompok masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan," ujar Asep di ruang rapat Parakan Gedung PU, pada Rabu (9/7/2025).

Untuk itu, lanjutnya, strategi PUG menjadi penting agar tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada keberpihakan dan dampak nyata yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa salah satu dari 17 tujuan SDGs, yaitu secara eksplisit menempatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

"Dengan memastikan perempuan dan kelompok rentan dilibatkan dan diperhitungkan dalam proses pembangunan, kita turut mempercepat tercapainya seluruh target SDGs secara lebih menyeluruh dan inklusif," tegasnya.

Dijelaskan juga strategi PUG yang diterapkan yaitu melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dengan pendekatan konkret yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca Juga: Warga Bekasi Jangan Lupa! Malam Minggu Besok Ada Konser Gratis Lyodra dan Natasya Sabella di Grand Metropolitan, Event Summer Adventure 2025

Namun, ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan PUG di tingkat daerah sangat bergantung pada sinergi dan sinkronisasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti BAPPEDA, BPKAD, Inspektorat Daerah, dan tentunya DP3A sebagai motor penggerak utama.

“Optimalisasi peran OPD sangat penting. Integrasi isu gender ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Harus dimulai dari penyusunan dokumen perencanaan strategis hingga operasional,” jelas Asep.

Menurutnya, konsistensi antara kerangka kinerja jangka menengah dan jangka pendek menjadi hal yang krusial.

Untuk menjamin hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus dijadikan pedoman dalam penyusunan Renstra OPD.

Sementara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Suherman juga menyinggung tentang pentingnya Anugerah Parahita Ekapraya (APE), sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Penghargaan ini diberikan berdasarkan evaluasi pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender (PUG) di instansi atau daerah tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Penumpukan Sampah di Sungai Dampak Banjir, Dinas Lingkungan Hidup DKI Terjunkan Lebih dari 5.000 Petugas

Asep menyebut, APE merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap komitmen dan pencapaian daerah dalam implementasi PUG.

Ia menilai bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari keberpihakan nyata terhadap keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga.

“Penghargaan APE adalah bentuk pengakuan atas upaya kita semua. Tapi yang lebih penting dari itu adalah bagaimana PUG ini benar-benar diimplementasikan hingga ke akar pelaksanaan pembangunan,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Asep menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen evaluasi pelaksanaan PUG.

Asep Suherman mengakui bahwa masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam mengimplementasikan PUG ini.

Baca Juga: Dibuka Hari Ini! International Islamic Expo 2025 Digelar di JCC Senayan, Hadirkan Industri Perjalanan dan Gaya Hidup Muslim

Namun, dia optimis bahwa dengan kerja sama dan sinergi lintas sektor yang kuat, Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh daerah yang berhasil dalam pengarusutamaan gender.

“Saya percaya, jika kita terus menjaga semangat kolaborasi dan saling mendukung, maka hasil yang kita capai tidak hanya akan maksimal, tetapi juga berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.