Jakarta

Bangun 51 Rumah Layak Huni untuk Nelayan di Desa Tanjung Kait, Pemkab Tangerang Kolaborasi dengan Habitat for Humanity dan Prudential Indonesia

Sastra Yudha | 13 Juli 2025, 06:36 WIB
Bangun 51 Rumah Layak Huni untuk Nelayan di Desa Tanjung Kait, Pemkab Tangerang Kolaborasi dengan Habitat for Humanity dan Prudential Indonesia

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memulai pembangunan 51 unit rumah layak huni untuk nelayan di Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Pembangunan 51 unit rumah layak huni ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Tangerang bersama Habitat for Humanity dan Prudential Indonesia.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tangerang H Moch Maesyal Rasyid, pada Sabtu (12/07/2025).

Baca Juga: Bikin Avanza Gigit Jari! Suzuki Ertiga Hybrid Cruise 2025 Tampil Futuristik dengan Fitur Mewah

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya nyata sinergitas dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak swasta dan relawan.

Tujuannya, lanjut Maesyal, adalah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan keluarga prasejahtera.

Dia mengapresiasi komitmen dan konsistensi Prudential dan Habitat dalam membangun hunian yang layak serta mendukung pengembangan wilayah pesisir.

"Terima kasih kepada para relawan, Habitat for Humanity yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang," kata bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal.

"Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi soal membangun harapan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat, terutama nelayan dan keluarga pesisir," lanjutnya.

Bupati Maesyal menegaskan, program pembangunan rumah layak huni ini menjadi awal dari penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Makin Kaya, Timothy Ronald Beberkan Strateginya!

Penataan dimulai dari penyediaan infrastruktur dasar seperti penerangan, air bersih, jalan lingkungan, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan.

"Kita siapkan rumahnya, kita bangun akses dan infrastruktur dasarnya, kita dorong agar ada aktivitas ekonomi dan pendidikan di sini," ujarnya.

Mantan Sekda Kabupaten Tangerang ini yakin, pada nelayan di pesisir Tanjung Kait akan mampu mandiri, bila fasilitasnya dipenuhi oleh pemerintah.

"Saya yakin masyarakat akan mandiri jika kita hadir memberi fasilitasi yang tepat," tandasnya.

Menurut dia, program pembangunan rumah layak huni ini nantinya tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, melainkan juga bertujuan untuk mendorong kemandirian warga.

Pihaknya berharap agar ke depan juga bisa dibangun fasilitas pendidikan, kesehatan, serta sentra ekonomi lokal berbasis potensi hasil laut seperti kerupuk ikan, otak-otak, dan produk olahan lainnya.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Tampil Mewah di Berlin dan Roma, Siap Tarik Wisatawan

"Mari kita lanjutkan kolaborasi ini. Insya Allah dengan niat yang tulus dan kerja sama semua pihak, masyarakat pesisir bisa hidup lebih sejahtera, sehat, dan mandiri," pungkasnya.

Sementara pimpinan Habitat for Humanity Indonesia, Erwin Sulaksono, mengungkapkan bahwa sebanyak 110 unit rumah akan dibangun di kawasan Tanjung Kait, dengan pendekatan swadaya berbasis komunitas.

"Rumah yang dibangun berukuran 30 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga dan dapur," ungkapnya.

"Pembangunan dilakukan dengan partisipasi aktif warga sehingga mereka turut memiliki rasa kepemilikan terhadap rumah yang dibangun," jelas Erwin.

Dia menambahkan, pihaknya telah membangun lebih dari 1.300 rumah di Kecamatan Mauk sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Legislator Golkar Rekomendasikan Dinas Gulkarmat DKI Siapkan Penanganan Kebakaran Kendaraan Listrik

Selain itu, juga dibangun infrastruktur pendukung seperti tanggul, dermaga kapal, hingga potensi pengembangan wisata laut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.