Jakarta

Bupati Tangerang Bersama Menteri Agama Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri di Pesantren Al-Ikhlas Assalam Kemiri

Sastra Yudha | 3 September 2025, 14:50 WIB
Bupati Tangerang Bersama Menteri Agama Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri di Pesantren Al-Ikhlas Assalam Kemiri

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, menghadiri Dzikir dan Doa Bersama Untuk Negeri.

Acara Dzikir dan Doa tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Assalam, Kecamatan Kemiri, pada Selasa (2/9/2025) tadi malam.

Selain dzikir dan doa untuk negeri, acara tersebut digelar sekaligus memperingati Haul Akbar Almarhum KH. Miftahussalam, pendiri Yayasan Al-Ikhlas Assalam.

Baca Juga: Disperindag Kabupaten Tangerang Gelar Operasi Pasar GPM di Cikupa, Salurkan 2 Ton Beras untuk Menstabilkan Harga

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan, almarhum KH. Miftahussalam merupakan ulama yang telah berjasa besar dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Tangerang, khususnya di wilayah Kemiri dan sekitarnya.

“Bukan hanya sebagai ulama, beliau adalah guru dan orang tua kita semua. Semoga dzikir dan doa kita malam ini diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya jamaah dan santri Al-Ikhlas Assalam, yang senantiasa menjaga suasana kondusif di wilayah.

“Di tengah keprihatinan bangsa saat ini, kita bersyukur Kabupaten Tangerang tetap aman dan kondusif. Ini berkat peran serta masyarakat yang selalu menjaga persatuan dan kekompakan,” imbuhnya.

Baca Juga: Warga Bekasi Merapat! Nuansa Festival 2025 Bakal Digelar di Transera Waterpark, Menampilkan NDX AKA, Ndarboy, Shaggydog, Tipe-X, hingga For Revenge

Sementara Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, yang juga pembina Yayasan Miftahussalam, memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Ikhlas Assalam yang telah melahirkan banyak santri berprestasi.

“Insya Allah pondok pesantren ini akan menjadi kebanggaan Kabupaten Tangerang. Santri-santri di sini banyak yang menempuh pendidikan ke Mesir, Amerika, bahkan dikenal sebagai pondok pesantren kedokteran karena banyak alumninya yang diterima di fakultas kedokteran," ungkapnya.

"Ini bukti bahwa pendidikan pesantren bisa sejajar dengan standar internasional,” sambung Menag Nasaruddin.

Dia juga menegaskan pentingnya penguatan kurikulum berbasis bahasa internasional, seperti bahasa Arab dan Bahasa Inggris, agar lulusan pesantren mampu bersaing di tingkat global.

"Penguatan kurikulum berbasis bahasa Arab dan Inggris harus terus dikuatkan agar lulusan pesantren ini bisa bersaing secara global," tandasnya.

Baca Juga: Target Lolos Piala Asia, Manajer Zaki Sebut Timnas U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan

Acara dzikir dan doa bersama ini dihadiri ribuan jamaah, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.