Indonesia Perlu UU Anti-Flexing, Langkah Jaga Kesehatan Sosial dan Cegah Tindak Pidana

AKURAT JAKARTA - Praktik flexing atau memamerkan kekayaan di media sosial dinilai sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan.
Pemerhati Kebijakan Publik, Sudarsono Hadisiswoyo mengatakan, Indonesia sudah saatnya memiliki Undang-Undang Anti-Flexing sebagai langkah untuk menjaga kesehatan sosial dan mencegah tindak pidana.
Menurut Sudarsono, fenomena ini bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan telah menimbulkan konsekuensi serius bagi tatanan masyarakat.
"Flexing telah menjadi salah satu pemicu kesenjangan sosial, menumbuhkan mentalitas konsumtif, dan bahkan mengarah pada tindakan kriminal seperti penipuan, investasi bodong, hingga pencucian uang," kata Sudarsono dalam keterangannya.
Dia pun mendesak negara untuk segera hadir dengan payung hukum yang jelas.
Sudarsono menekankan bahwa regulasi anti-flexing tidak bertujuan untuk mengekang kebebasan berekspresi, melainkan sebagai instrumen hukum dan moral untuk mengatur perilaku publik agar tidak merusak keadilan sosial.
Baca Juga: Rencana Perubahan Status PAM Jaya Jadi Perseroda Tuai Polemik, Begini Tanggapan Gubernur Pramono
"Generasi muda yang terus terpapar konten pamer harta berisiko membentuk mentalitas instan, yaitu ingin cepat kaya tanpa kerja keras," kata dia.
"Ini berbahaya bagi masa depan bangsa. Karena itu, UU Anti-Flexing adalah upaya preventif untuk menjaga karakter bangsa," sambungnya.
Lebih lanjut menegaskan, UU Anti-Flexing adalah langkah strategis negara dalam menata perilaku masyarakat di era digital.
"Kalau negara hadir dengan regulasi yang jelas, kita bisa menjaga keadilan sosial, mengurangi kesenjangan, dan melindungi masyarakat dari budaya semu yang berbahaya," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

