Jakarta

TNGGP Tutup Semua Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai 13 Oktober 2025, Ini Alasannya

Ainun Kusumaningrum | 11 Oktober 2025, 23:34 WIB
TNGGP Tutup Semua Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai 13 Oktober 2025, Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP) memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur pendakian dari semua pintu masuk, terhitung mulai tanggal 13 Oktober 2025.

Penutupan dilakukan guna fokus pada aksi bersih-bersih sampah, evaluasi, dan perbaikan menyeluruh tata kelola pendakian.

Kepala BB TNGGP, Arief Mahmud, di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan bahwa tingginya antusiasme pendaki menyisakan tantangan besar dalam pengelolaan sampah dan daya dukung jalur pendakian.

Baca Juga: MDI Se-Jakarta Gelar Pelantikan dan Orientasi, Ketua Ashraf Ali Harap Emban Amanah dengan Berdakwah

Permasalahan sampah pendakian berulang kali menjadi sorotan publik dan media karena dampaknya terhadap kelestarian ekosistem TNGGP.

"Kami sebagai pengelola pendakian melaksanakan penutupan sementara kegiatan pendakian di seluruh pintu masuk, mulai dari Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana, mulai tanggal 13 Oktober sampai seluruh aksi bersih-bersih, evaluasi, dan perbaikan tata kelola tuntas dilakukan," tegas Arief.

Mewujudkan Zero Waste Wisata Pendakian
Penutupan sementara ini dijadikan momentum untuk perbaikan menyeluruh guna mewujudkan program "Zero Waste Wisata Pendakian".

Baca Juga: Menjelajah Cikini Lewat Jejak Kuliner Legendaris

Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan meliputi penyelesaian masalah sampah melalui aksi bersama mitra, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Selain itu, perbaikan tata kelola pendakian mencakup:

Peninjauan prosedur perizinan dan pendaftaran.

Penataan basecamp pendakian.

Peningkatan sarana dan prasarana dasar.

Penyempurnaan mekanisme pengawasan lapangan terintegrasi melalui sistem Siap Gepang.

"Termasuk revitalisasi sistem pelayanan pendakian, termasuk penyempurnaan basis data pendaki, penguatan kapasitas pemandu dan petugas, serta pengembangan edukasi pendaki cerdas yang berorientasi pada peduli alam dan peduli sampah," jelas Arief Mahmud.

Bagi calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran dan pelunasan melalui sistem booking online akan mendapatkan informasi lanjutan mengenai mekanisme pengembalian dana atau perubahan jadwal pendakian.

Jalur pendakian akan dibuka kembali setelah seluruh tahapan perbaikan selesai dan diumumkan secara resmi melalui kanal resmi BB TNGGP. (*)

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.