Jakarta

Dampingi Wapres Gibran Tanam Mangrove di Desa Ketapang, Bupati Tangerang Beberkan Program Penataan Wilayah Pesisir dan Manfaatnya Bagi Nelayan

Sastra Yudha | 27 Oktober 2025, 15:54 WIB
Dampingi Wapres Gibran Tanam Mangrove di Desa Ketapang, Bupati Tangerang Beberkan Program Penataan Wilayah Pesisir dan Manfaatnya Bagi Nelayan

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan tanam mangrove di Ketapang Urban Aquaculture (KUA) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Senin (27/10/2025).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal membeberkan program penataan wilayah pesisir Desa Ketapang yang digagas bupati sebelumnya, Ahmed Zaki Iskandar, sejak tahun 2018.

Saat itu, lanjut Bupati Maesyal, Pemkab Tangerang menetapkan kawasan pesisir Desa Ketapang seluas 15 hektar di atas tanah milik Pemda sebagai kawasan percontohan pengelolaan pesisir terpadu.

Baca Juga: Akhirnya, 25 Pedagang Pasar Barito Mulai Pindah ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung 

“Pada tahun 2018, ketika Bupati Tangerang masih dijabat Bapak Zaki Iskandar, kami diberi tugas untuk mengembangkan wilayah pesisir di Desa Ketapang ini," ungkap Bupati Maesyal.

Diungkapkan bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, program penataan wilayah pesisir tersebut memiliki tiga tujuan utama.

Yaitu; perbaikan lingkungan melalui penanaman mangrove dan pengendalian abrasi, peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, serta penataan hunian masyarakat nelayan agar lebih layak dan sehat.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Bupati Maesyal, sebanyak 84 unit rumah layak huni telah dibangun dan diserahkan kepada masyarakat nelayan.

Hunian tersebut dilengkapi fasilitas air bersih yang memadai serta lingkungan yang tertata dengan baik.

Baca Juga: Tiketnya Hanya Rp 10 Ribu! Maja Fest 2025 Menghadirkan Wali hingga Niel Band, Cek Tanggal dan Lokasinya di Sini 

Selain itu, pemerintah juga membangun jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian PUPR, dan Kementerian Lingkungan Hidup, serta dukungan program CSR dari pihak ketiga.

Program penataan pesisir Ketapang juga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Para nelayan kini tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan, tetapi juga mengembangkan usaha olahan hasil laut seperti bakso ikan, kerupuk udang, dan berbagai produk UMKM lainnya.

"Produk-produk UMKM tersebut dikelola oleh istri-istri nelayan," imbuhnya

Selain sebagai kawasan konservasi dan studi, KUA juga menjadi tujuan wisata, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis lingkungan juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Baca Juga: Viral! Pengemudi Mobil Lexus Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Pemprov DKI Buka Suara 

“Kawasan Ketapang kini menjadi salah satu destinasi wisata mangrove di Kabupaten Tangerang. Banyak masyarakat dari dalam maupun luar daerah yang datang berkunjung, sekaligus menikmati hasil olahan laut buatan warga setempat,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tanam mangrove tersebut, antara lain: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono, Gubernur Banten, dan Kapolda Banten.

Bupati Maesyal menyampaikan terima kasih kepada Wapres Gibran yang telah berkenan hadir bersama Menteri LH dan seluruh jajarannya di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

"Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir," pungkasnya

Baca Juga: Dari Heritage ke Modern, Inilah 5 Kafe Dekat Titik Nol Yogyakarta yang Bikin Kamu Makin Enggan Pulang 

Selain menanam mangrove, Wapres Gibran juga menyempatkan diri berdialog dan menyampaikan apresiasi kepada para aktivis lingkungan yang berperan dalam pelestarian mangrove di pesisir Tangerang.

"Terima kasih kepada Bapak Bupati bersama masyarakat Kabupaten Tangerang yang sudah peduli dan terus manjaga kawasan mangrove ini terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," ujarnya

Diketahui, kawasan mangrove Desa Ketapang kini memiliki 16 jenis tanaman mangrove yang tumbuh dan dikelola oleh masyarakat pesisir.

Keberadaan ekosistem ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi warga sekitar. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.