Jakarta

Ngobras Penyuluhan: Anggur Duyu Palu dan Peluang Emas Peningkatan Produktivitas

Ainun Kusumaningrum | 30 Oktober 2025, 19:04 WIB
Ngobras Penyuluhan: Anggur Duyu Palu dan Peluang Emas Peningkatan Produktivitas

AKURAT JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 37 pada Selasa (28/10/2025).

Mengangkat tema “Peluang Emas Budidaya Anggur Duyu Kota Palu”, acara ini menjadi wadah inspiratif bagi penyuluh, petani muda, dan pelaku pertanian untuk berbagi pengalaman dan menggali potensi komoditas anggur lokal di Sulawesi Tengah yang sedang naik daun.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Kelompok Tani Duyu Bangkit yang kini sudah produktif. Mentan menyoroti bahwa Indonesia masih mengimpor anggur kurang lebih senilai Rp7 triliun.

Baca Juga: Hujan Deras Sore Ini Sebabkan Genangan dan Banjir di Sejumlah Lokasi, Transjakarta dan Jaklingko Lakukan Penyesuaian Rute, Berikut Rinciannya

Mentan Amran mendorong peningkatan semangat budidaya anggur di Kota Palu dengan terobosan inovasi pertanian. Tujuannya adalah mempercepat break event point (BEP) yang semula tiga tahun menjadi satu tahun melalui penerapan pertanian presisi atau smart farming.

Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya inovasi dalam budidaya buah tropis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing hortikultura di pasar global.

“Indonesia beriklim tropis memiliki potensi luar biasa, namun harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan kualitas melalui pendekatan yang inovatif,” ujar Santi.

Baca Juga: Genangan Air Terdapat di Sejumlah Wilayah Paska Hujan Deras, Gubernur Pramono Klaim Penanganan Banjir di Jakarta Lebih Cepat Dibanding Daerah Lain

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian I Gusti Made Ngurah Kuswandana menambahkan, penyuluh memiliki peran strategis dalam konteks hilirisasi pertanian. Peran ini mencakup pendampingan budidaya hingga mendorong petani memahami nilai tambah hasil panen.

Narasumber Ngobras, Deli Delviana, menjelaskan bahwa budidaya anggur membutuhkan suhu dan kelembapan ideal. Ia mewanti-wanti bahwa tingkat kelembapan di atas 70% dapat menghambat pertumbuhan serta memicu serangan hama dan penyakit.

Deli menekankan pentingnya pemilihan varietas anggur yang sesuai dengan lingkungan setempat. Hasil uji coba 12 varietas (lokal dan impor) menunjukkan perlunya uji adaptasi. Varietas unggul yang tahan panas dan kekeringan menjadi kunci keberhasilan, khususnya di Palu yang bersuhu tinggi.

Deli menambahkan, kolaborasi adalah strategi utama pertanian berkelanjutan, mulai dari sinergi antar komunitas petani, pemanfaatan sumber daya lokal (pupuk organik/pakan ternak), hingga optimalisasi lahan pekarangan. Ia menegaskan, pemberdayaan masyarakat adalah roh pengembangan pertanian modern.

“Melalui semangat gotong royong, nilai kebersamaan, dan pengelolaan sumber daya lokal secara bijak, pertanian bukan hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga kekuatan sosial yang menumbuhkan kemandirian desa,” tutup Deli.

Sebagai rekomendasi, Deli bersama peserta Ngobras menganjurkan penerapan teknologi greenhouse untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara. Cara ini memungkinkan tanaman anggur tumbuh lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan sepanjang musim tanam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.