Jakarta

Pimpin Rakor Forkopimcab dengan Paguyuban Pedagang, Wabup Tangerang: Penataan Pasar Cisoka Bukan Sekedar Relokasi, Tapi untuk Kepentingan Bersama!

Sastra Yudha | 5 November 2025, 08:24 WIB
Pimpin Rakor Forkopimcab dengan Paguyuban Pedagang, Wabup Tangerang: Penataan Pasar Cisoka Bukan Sekedar Relokasi, Tapi untuk Kepentingan Bersama!

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa penataan Pasar Cisoka bukan hanya terkait relokasi semata, namun untuk kepentingan dan kemajuan bersama.

Hal tersebut ditegaskan Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penataan pedagang eks penampungan Pasar Cisoka di RM Waroeng Sunda Talaga Bestari, pada Selasa (4/11/2025).

Hadir dalam Rakor tersebut, jajaran Forkopimcam Kecamatan Cisoka, perwakilan PD Pasar NKR, para tokoh masyarakat, alim ulama, dan paguyuban pedagang.

Baca Juga: Menteri Purbaya: Gaya Ekonomi Saya Bukan Baru, Tapi yang Seharusnya! Wartawan Ekonomi 'Salah Mengejar Pertanyaan' Selama 10 Tahun Terakhir?

“Penataan pasar bukan semata soal relokasi, tetapi juga untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah Cisoka," tegas Wabup Intan.

Wabup Intan menyampaikan bahwa selama ini pihaknya sudah menerima banyak keluhan masyarakat, baik dari pedagang di luar maupun di dalam pasar.

"Jadi, penataan ini bukan untuk merugikan siapa pun, tetapi agar Cisoka menjadi wilayah yang tertib, bersih, dan perekonomiannya tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Wabup Intan menambahkan, pemerintah daerah melalui Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) telah menyiapkan sejumlah kemudahan dan keringanan bagi pedagang yang akan berpindah ke dalam pasar.

Mulai dari gratis sewa los selama tiga bulan pertama, keringanan tarif parkir bagi pedagang aktif, serta biaya sewa kios yang terjangkau, yaitu sekitar Rp 500 ribu per bulan.

Baca Juga: BUKAN HANYA RESESI! Menteri Purbaya Beri Peringatan Keras: Jika Ekonomi Morat-Marit, Keutuhan NKRI Juga Terancam!

Harga sewa kios di dalam pasar ini jauh lebih murah dibandingkan di area luar yang mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan.

“Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak pindah. Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama, supaya masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan tertib, dan wajah Kecamatan Cisoka menjadi lebih rapi,” tandasnya.

Wabup Intan menyampaikan bahwa penertiban akan dilakukan secara persuasif dan humanis.

Pemerintah akan menyediakan kendaraan angkut agar pedagang dapat memindahkan barang dagangannya dengan mudah ke dalam pasar.

Wabup Intan juga menginstruksikan kepada aparat kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk bersinergi dan bekerja sama menertibkan lalu lintas serta mengatur jam operasional kendaraan berat yang melintas di jalur Kecamatan Cisoka.

“Satpol PP nanti akan mendampingi dengan cara yang baik. Barang-barang pedagang akan diangkut menggunakan mobil yang disiapkan pemerintah. Tidak ada obrak-abrik. Semua dilakukan dengan tertib dan berkeadilan,” jelasnya.

Baca Juga: Gholy Cetak Gol Perdana, Timnas Indonesia Peringkat Tiga Grup H Klasemen Sementara Piala Dunia U-17 2025

Dia berharap melalui pertemuan tersebut, seluruh unsur pemerintah daerah, kecamatan, Perumda Pasar NKR, tokoh masyarakat, dan paguyuban pedagang, bisa mencapai titik temu dan bersepakat.

“Insya Allah ke depan, setelah penataan selesai, aktivitas ekonomi di Pasar Cisoka akan semakin bergairah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," jelasnya.

"Jalanan sudah tidak macet, pasar rapi, dan masyarakat bisa belanja dengan nyaman. Ini semua demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya

Sementara Camat Cisoka, Sumartono, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah persuasif kepada para pedagang dan pemilik lahan di lokasi eks penampungan pasar.

Ia menjelaskan ada tiga hambatan utama yang sebelumnya menjadi kendala relokasi, yaitu penataan pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan, kebijakan portal dan akses kendaraan, serta biaya sewa kios yang dianggap mahal.

Pihaknya nantinya juga akan mengadakan kegiatan promosi dan undian belanja untuk menarik minat pembeli agar kembali berbelanja di dalam pasar.

Baca Juga: Cerita Dirut Welfizon Soal Perjalanan Transjakarta: Dari Sistem Busway Konvensional Menuju Smart Mobility

“Alhamdulillah, kini sudah mendapatkan perhatian dan solusi. Sebagian besar pedagang sudah setuju untuk masuk ke dalam pasar,” ungkap Sumartono.

Dukungan terhadap penataan Pasar Cisoka juga disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cisoka, tokoh masyarakat dan alim ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Mereka berharap relokasi pedagang ini benar-benar menjadi solusi akhir setelah bertahun-tahun menghadapi ketidakpastian. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.