Jakarta

Wujudkan Desa Bersinar, BNN Kabupaten Tangerang Gandeng Kades Perangi Narkoba Lewat Program P4GN

Sastra Yudha | 13 November 2025, 08:17 WIB
Wujudkan Desa Bersinar, BNN Kabupaten Tangerang Gandeng Kades Perangi Narkoba Lewat Program P4GN


AKURAT JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tangerang menggandeng kepala desa (Kades) guna mewujudkan Desa Bersinar (desa bersih dari narkoba).

BNN bersama Kades saling bersinergi memperkuat pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kepala BNN Kabupaten Kabupaten Tangerang, Dedy Sutardi, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program P4GN terletak pada sinergi antara BNN dan para kepala desa sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga: Diabetes pada Anak Meningkat Tajam, Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Dikatakan Dedy, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tangerang kini semakin menyadar ke akar rumput.

“Begitu dikomandoi oleh kepala desa, masyarakat bersinar itu dapat kita raih. Karena mereka lah yang punya masyarakat secara langsung,” ujar Dedy, Rabu (12/11/2025).

Dedy memaparkan, pihaknya memiliki empat fokus program utama, yaitu lingkungan kerja bersinar, lingkungan pendidikan bersinar, lingkungan perusahaan bersinar, dan lingkungan masyarakat bersinar.

Dengan output-nya adalah membentuk masyarakat bersinar, maka dari itu diharapkan peran aktif para kepala desa dan perangkatnya.

Dedy menambahkan, keberlanjutan program P4GN di tingkat desa akan diperkuat melalui rencana penyusunan program promotif dan preventif oleh pemerintah desa.

“Kita harap masing-masing desa nanti sudah menyusun programnya. Baik kampanye moral, sosialisasi, maupun kegiatan tingkat RT dan RW. Semua itu harus dikomandoi kepala desa,” terangnya.

Baca Juga: Mantap! Pemkab Tangerang dan Bupati Maesyal Raih Penghargaan dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

BNN Kabupaten Tangerang juga berharap mulai tahun 2026 setiap desa dapat memiliki program P4GN sendiri di bawah bimbingan Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes).

Sementara Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tangerang, Maskota, mengungkapkan bahwa sejumlah desa sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi dan pencegahan.

“Kami sudah bersosialisasi dengan masyarakat tentang bahaya narkoba. Tujuan utamanya jelas, bagaimana tidak ada pengedaran narkoba di wilayah desa masing-masing,” katanya.

Akan tetapi dirinya mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari sifat peredaran narkoba yang tersembunyi dan sulit dijangkau oleh perangkat desa.

“Pengedar itu sembunyi-sembunyi. Kadang datang dari luar wilayah, bahkan teman warga sendiri. Ketika ditangkap tangan pun kami tidak punya kewenangan seperti kepolisian,” jelasnya.

Untuk itu, Apdesi berencana memperkuat kolaborasi dengan pihak kepolisian agar penindakan di lapangan bisa lebih efektif. 

Baca Juga: Tak Perlu ke Puncak, Jakarta Punya Taman Casuarina yang Sejuk dan Asri yang Bikin Lupa Macet

Selain itu, Maskota juga menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dan moral untuk menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat dan generasi muda.

“Kami libatkan para ustadz, ulama, dan MUI dalam sosialisasi. Kalau masyarakat dekat dengan agama, insya Allah peredaran narkoba bisa ditekan,” tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.