Jakarta

Masuk 50 Besar Pemda Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting, Pemkab Tangerang Dapat Penghargaan Insentif Fiskal Rp 7,2 Miliar

Sastra Yudha | 13 November 2025, 11:32 WIB
Masuk 50 Besar Pemda Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting, Pemkab Tangerang Dapat Penghargaan Insentif Fiskal Rp 7,2 Miliar

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masuk 50 besar pemerintah daerah (Pemda) berkinerja baik dalam program percepatan penurunan stunting.

Atas prestasi tersebut, Pemkab Tangerang meraih penghargaan dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal sebesar Rp 7,2 miliar lebih.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, pada Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: 12 Musisi Top Tanah Air Siap Meriahkan Sounderful Music 2025 di ICE BSD Tangerang Jelang Akhir Tahun, Berikut Jadwal dan Daftar Penampilnya!

Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen dan kerja nyata pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.

"Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu dari 50 pemerintah daerah yang berhasil meraih insentif fiskal tahun berjalan, kategori kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting," ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengatakan bahwa insentif fiskal Rp 7,2 miliar tersebut selanjutnya akan diprioritaskan untuk mendukung program dan kegiatan di bidang pelayanan Kesehatan.

Beberapa program bidang pelayanan Kesehatan tersebut antara lain: pembangunan sarana infrastruktur kesehatan, bedah rumah, palayanan air bersih dan sanitasi lainnya.

"Insentif fiskal ini nantinya akan kita prioritaskan untuk mendukung program-program di bidang kesehatan seperti: pembangunan infrastruktur kesehatan, bedah rumah, membangun pelayanan air bersih dan juga jambanisasi, yang semuanya adalah upaya penanganan stunting," jelasnya.

Baca Juga: Jakarta Parade 2025 di Ancol Sabtu 15 November: Menampilkan Payung Teduh, Souljah, Diskoplo, Hura Hura Club, hingga Nunung feat Indro Warkop, Gratis!

Dikatakan Bupati Maesyal, penghargaan yang raih tersebut menjadi bukti nyata kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

Ini juga menjadi bukti kerja nyata yang kolaboratif antara pemerintah daerah melalui perangkat daerah yang terlibat, tenaga kesehatan dan masyarakat.

"Kami akan terus berkomitmen memperkuat program intervensi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu dan anak," tandasnya.

Bupati Maesyal mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan stakeholder yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam melaksanakan program dan kegiatan percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang.

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini berharap, penghargaan berupa insentif fiskal ini semakin menambah semangat dan komitmen bersama untuk bekerja lebih baik lagi.

Baca Juga: 5 Alasan Kamu Harus Rutin Konsumsi Daun Kemangi Mulai Sekarang

Sementara Wapres Gibran menegaskan kepada para menteri dan kepala daerah yang hadir akan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemeritah daerah dalam menjaga keberlanjutan program percepatan penurunan stunting.

“Percepatan penurunan stunting ini adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Oleh sebab itu, program ini harus kita kawal bersama. Program ini harus kita keroyok bersama, dan saya rasa kuncinya di sini adalah sinergi antara pusat dan daerah,” ujar Gibran.

Wapres juga menyampaikan bahwa keberhasilan dalam menekan serta menurunkan angka prevalensi secara nasional merupakan keberhasilan bersama.

Wapres Gibran pun berpesan kepada seluruh kementerian dan pemerintah daerah untuk terus melakukan terobosan dan inovasi dalam menurunkan angka Stunting di daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Wujudkan Desa Bersinar, BNN Kabupaten Tangerang Gandeng Kades Perangi Narkoba Lewat Program P4GN

“Keberhasilan ini adalah kerja bersama semua pihak. Atas arahan Bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 357 ribu anak dibandingkan tahun 2023. Angka ini lebih baik dari proyeksi Bappenas, yaitu 20,1 persen,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.