Jakarta

Panen Raya Cabai Rawit Setan Bersama Kelompok Tani Berenuk, Bupati Tangerang: Pendapatannya Cukup Untuk Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Para Petani

Sastra Yudha | 21 November 2025, 08:39 WIB
Panen Raya Cabai Rawit Setan Bersama Kelompok Tani Berenuk, Bupati Tangerang: Pendapatannya Cukup Untuk Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Para Petani

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan panen raya cabai rawit setan bersama Kelompok Tani Berenuk Desa Kemuning, Kecamatan Legok, pada Kamis (20/11/2025).

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa jenis cabai yang dipanen adalah varietas Cabai Ori 212 atau cabai rawit setan, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.

Pada panen raya kali ini, total cabai rawit setan yang dihasilkan mencapai 6 kuintal, dari lahan seluas sekitar 1,6 hektar.

Baca Juga: WAF, Festival Angklung Terbesar 2025 Siap Guncang Jakarta dengan Kolaborasi Budaya Unik

Lahan Kelompok Tani Berenuk terbagi ke dalam 3 blok, yang masing-masing dapat dipanen sebanyak 4 kali dalam satu bulan.

Dengan demikian, Kelompok Tani Berenuk di Desa Kemuning, Legok, ini dapat memanen cabai rawit setan 12 kali dalam sebulan.

“Alhamdulillah, hari ini kita panen cabai Ori 212 sebanyak 6 kuintal. Dalam sebulan dapat dilakukan 12 kali panen," kata Bupati Maesyal.

Satu kuintal cabai rawit setan bisa dijual sekitar Rp 6 juta. Jadi, kalau 12 kali panen, total uang yang didapat Rp 72 juta tiap bulan.

"Dengan anggota 18 orang, masing-masing petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 4 juta per bulan,” terang Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menambahkan, pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para petani cabai. Bahkan, sebagian disisihkan untuk modal berikutnya.

"Kelompok Tani ini mengolah lahan sekitar 1,6 hektar dengan pola tanam berkelanjutan. Jadi produktivitasnya semakin meningkat," imbuhnya.

Baca Juga: Buruan! Penjualan Tiket Nataru 2026 Dibuka, Calon Penumpang Sudah Mulai Ramai

Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada Camat Legok, Kepala Desa Kemuning, dan para pihak yang telah memfasilitasi kelompok tani dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.

“Ini bagian dari implementasi program Presiden melalui Asta Cita. Alhamdulillah telah memberikan kepastian nyata ketahanannya, sekaligus kepastian pendapatan bagi kelompok tani," ujarnya.

Selain mendorong kesejahteraan petani, panen cabai yang dihasilkan tersebut juga dinilai efektif dalam pengendalian inflasi daerah.

Dengan adanya kegiatan pertanian yang produktif, masyarakat memiliki pendapatan yang stabil sekaligus bisa menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Tangerang.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang di desa-desa lain,” ujar bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Baca Juga: Film Buya Hamka 3 Sajikan Inspirasi Kegigihan dan Ekspresi Budaya Minang

Selain budidaya cabai, lanjutnya, masyarakat Kabupaten Tangerang juga mengembangkan komoditas lain seperti tomat, terong, jagung, serta ternak ikan lele dan nila.

Sementara Kepala Desa Kemuning, Dadang, menyampaikan bahwa lahan cabai yang ditata dalam tiga blok memiliki masa tanam bervariasi antara 42 hingga 93 hari dan dikelola oleh 18 anggota kelompok tani.

"Hingga saat ini, total produksi cabai yang telah dihasilkan mencapai lebih dari 6 ton," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dadang, Kelompok Tani Berenuk juga mampu memberikan tambahan pendapatan kepada ibu-ibu setempat.

"Ibu-ibu dapat upah Rp 60.000 hingga Rp100.000 per kegiatan pemetikan cabai," jelas Dadang

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan jajarannya atas dorongan motivasi, bantuan dan pendampingan kepada para kelompok tani cabai.

Baca Juga: Bosan Dengan Tampilan Biasa, Toyota Hadirkan All New Innova Reborn yang Lebih Modern dengan Banyak Pembaruan

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan menepati janji untuk melaksanakan panen raya bersama masyarakat. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh kelompok tani,” ucapnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.