Jakarta

Status Gunung Semeru Awas, Tiga Warga Luka Berat, 528 Jiwa Mengungsi

Ainun Kusumaningrum | 24 November 2025, 15:45 WIB
Status Gunung Semeru Awas, Tiga Warga Luka Berat, 528 Jiwa Mengungsi

AKURAT JAKARTA - Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru, di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih berada pada level tertinggi, yakni Awas (Level IV), hingga 25 November 2025.

Status tersebut ditetapkan pasca letusan dan guguran intens yang terjadi pada 19 November lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, penanganan darurat terus dilakukan, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan korban terdampak.

Baca Juga: Dewan Golkar DKI Jakarta Soroti Dugaan Ada Mafia dalam Penyaluran Pangan Murah

Data BNPB per Minggu (23/11/2025) pukul 18.00 WIB mencatat, total 528 warga harus mengungsi di dua lokasi utama.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa, dan SDN 04 Supiturang dengan 221 jiwa.

Dampak letusan tidak hanya pada hunian, tetapi juga pada korban jiwa. Tercatat, tiga orang warga mengalami luka berat dan telah dirujuk untuk perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Baca Juga: Waspada, 600 Orang Tewas di Jakarta Akibat Kecelakaan hingga Oktober 2025

Selain korban jiwa, kerugian material juga signifikan:

  1. Rumah rusak berat: 21 unit.
  2. Fasilitas: Masing-masing 1 unit fasilitas pendidikan (fasdik), fasilitas kesehatan (faskes), dan gardu PLN rusak berat.
  3. Pertanian: Lahan pertanian seluas 204,63 hektar dilaporkan mengalami kerusakan.

Daerah yang paling terdampak tersebar di tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo (Kecamatan Pronojiwo), serta Desa Penanggal (Kecamatan Candipuro).

Bantuan dan Manajemen Logistik
BNPB bersama perwakilan Komisi VIII DPR telah menyalurkan berbagai bantuan pangan dan non-pangan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang.

“Bantuan BNPB meliputi matras 300 lembar, terpal 300 lembar, selimut 300 lembar, masker medis 200 boks, dan alat kebersihan 150 paket. Sedangkan pangan terdiri dari makanan siap saji 1.000 buah dan sembako 200 paket,” jelas Abdul Muhari.

Personel BNPB turut membantu manajemen logistik, termasuk penataan dan administrasi gudang di pos lapangan Pronojiwo dan Candipuro.

Pelayanan dasar seperti dapur umum yang didukung Palang Merah Indonesia dan Universitas Brawijaya, serta layanan medis dari dinas setempat, dipastikan berjalan optimal bagi para pengungsi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, terhitung mulai 19–25 November 2025, sebagai respons cepat terhadap peningkatan aktivitas vulkanik. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.