Ribuan Warga Masih Mengungsi karena Banjir, Bupati Aceh Selatan Ngotot Tetap Berangkat Umrah

AKURAT JAKARTA – Ketika ribuan warganya masih mengungsi, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS memilih menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci, membawa serta keluarganya.
Keputusan tersebut menguatkan tudingan publik bahwa pemimpin daerah tersebut telah meninggalkan medan perang di saat krisis.
Akar kontroversi ini bermula dari dokumen resmi yang diterbitkan Pemkab. Pada 27 November 2025,
Bupati Mirwan MS telah menerbitkan surat yang berisi pernyataan ketidaksanggupan Pemkab Aceh Selatan dalam penanganan status tanggap darurat bencana.
Baca Juga: Empat Menu Makan Siang Sehat yang Bikin Produktivitas Naik, Cocok Buatmu Si Pekerja Sibuk
Ironisnya, beberapa hari setelah surat itu terbit, tepatnya 2 Desember 2025, ia justru pergi beribadah.
Warga Aceh Selatan mengonfirmasi bahwa meskipun debit air sudah surut, masyarakat masih bertahan di pengungsian, menunjukkan bahwa kondisi belum sepenuhnya pulih ketika Bupati bertolak.
Fakta lain yang paling memberatkan adalah sikap tegas dari Pemerintah Provinsi. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), melalui juru bicaranya, Muhammad MTA.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Hujan Ringan Merata di Semua Wilayah
Dia menegaskan bahwa permohonan izin perjalanan ke luar negeri untuk umrah yang diajukan Bupati Mirwan pada 24 November 2025 telah ditolak mentah-mentah.
Penolakan dilakukan karena Aceh Selatan merupakan wilayah yang sangat parah dilanda bencana hidrometeorologi, dan kehadiran pemimpin daerah dianggap mutlak dibutuhkan. Namun, penolakan tersebut seolah tidak dihiraukan.
Reaksi keras pun datang dari ranah politik. Partai yang menaungi Mirwan MS, Gerindra, menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap kepemimpinan yang dipertontonkan.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengumumkan keputusan cepat dan tegas: Mirwan MS diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Sanksi ini menjadi sinyal bahwa tindakan sang bupati dinilai melukai etika politik dan kemanusiaan.
Di sisi lain, Kepala Bagian Protokol Pemkab Aceh Selatan, Denny Saputra, mencoba meredam kecaman. Ia mengklaim keberangkatan Bupati dilakukan setelah situasi wilayah dianggap "sudah stabil" dan setelah Bupati sempat meninjau dan mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Namun, klaim "stabil" ini berbenturan dengan fakta bahwa warga masih mengungsi dan penolakan izin dari Gubernur.
Kini, nasib penanganan bencana Aceh Selatan dipertanyakan. Publik menanti, siapa yang akan mengambil alih komando di tengah pusaran krisis, setelah pemimpin utamanya memilih menempuh perjalanan suci, meninggalkan rakyatnya yang masih berjuang mencari tempat berteduh. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



